- BNI Sekuritas merilis riset yang menyatakan bahwa keterbatasan likuiditas akan menjadi penghambat utama pertumbuhan industri perbankan nasional menuju tahun 2027.
- Laba bersih kelompok bank besar diproyeksikan meningkat menjadi tujuh persen secara tahunan pada tahun 2027 dengan laju kredit sistem mencapai sepuluh koma dua persen.
- BNI Sekuritas menetapkan pandangan overweight untuk jangka panjang serta merekomendasikan saham BBCA, BBRI, dan BFIN sebagai pilihan utamanya.
Suara.com - Riset terbaru dari BNI Sekuritas menunjukkan bahwa faktor keterbatasan likuiditas—bukan lemahnya permintaan kredit—akan menjadi penghambat utama pertumbuhan industri perbankan nasional. Rasio Pinjaman terhadap Simpanan (Loan to Deposit Ratio/LDR) industri diperkirakan bakal naik dari posisi 93 persen per Agustus 2026 menjadi 98 persen pada akhir tahun 2027.
Kenaikan tersebut memicu perkiraan kesenjangan pendanaan (funding gap) sekitar Rp440 triliun, yang dapat memperbesar ketergantungan bank pada dana mahal dan menekan rasio marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).
Tiga Isu Utama Perbankan Menjelang 2027
Dalam ulasannya, BNI Sekuritas menggarisbawahi tiga pertanyaan kunci yang akan menentukan arah kinerja perbankan pada 2027:
- Pemulihan Likuiditas: Peluang perbaikan kondisi likuiditas yang ditopang oleh potensi pemangkasan suku bunga acuan BI Rate, penurunan volume penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta masuknya pasokan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
- Stabilisasi Marjin Bunga Bersih: Potensi stabilisasi NIM yang bergantung pada komposisi saluran pertumbuhan kredit serta likuiditas dari Saldo Anggaran Lebih (SAL).
- Arus Modal Asing: Prospek kembalinya investor asing ke pasar domestik, dengan hasil keputusan peninjauan ulang indeks MSCI sebagai faktor penentu utama.
Proyeksi Kinerja Laba dan Kredit Bank Besar
BNI Sekuritas memperkirakan pertumbuhan laba bersih kelompok bank besar akan meningkat menjadi 7 persen secara tahunan (year-on-year) pada 2027, naik dari proyeksi 4 persen pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja Pendapatan Operasional Sebelum Pencadangan (PPOP) yang lebih solid serta penurunan biaya kredit (credit cost) pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Laju pertumbuhan kredit sistem diproyeksikan mencapai 10,2 persen, sementara kredit bank besar tumbuh 10 persen. Rata-rata NIM empat bank besar diperkirakan relatif stabil di kisaran 5,20 persen.
Di antara bank-bank utama, BBRI dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diperkirakan memimpin perolehan laba dengan kenaikan masing-masing sebesar 12 persen dan 10 persen, sedangkan pertumbuhan laba PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperkirakan melambat ke level 4 persen.
Meskipun demikian, risiko revisi penurunan estimasi laba masih terbuka apabila biaya dana (Cost of Fund) membengkak dan kualitas aset memburuk. Dalam skenario bearish, NIM perbankan berisiko tergerus 15 hingga 25 basis poin (bps), diiringi potensi tambahan alokasi pencadangan untuk eksposur kredit di sektor konstruksi.
Rekomendasi Saham dan Top Picks
BNI Sekuritas menetapkan pandangan Neutral untuk jangka pendek (3 bulan) dan Overweight untuk jangka panjang (12 bulan) pada sektor perbankan. Kinerja jangka pendek diperkirakan masih dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan Triwulan III/2026 serta kondisi likuiditas harian.
Sementara untuk horizon 12 bulan, prospek sektor ini dinilai lebih solid seiring meredanya aksi jual asing dan tingkat valuasi yang menarik di kisaran 6–12 kali P/E 2027F.
Tiga saham yang menjadi pilihan utama (top picks) BNI Sekuritas adalah:
BBCA: Dipilih karena keunggulan struktur basis pendanaannya yang kuat.
BBRI: Dipilih atas potensi perbaikan credit cost yang mendukung estimasi pertumbuhan laba hingga 11,8 persen.
BFIN (PT BFI Finance Indonesia Tbk): Dipilih berkat proyeksi kenaikan laba 11,6 persen serta keterbukan peluang aksi korporasi (Mergers and Acquisitions/M&A).
Adapun risiko utama yang perlu dicermati pelaku pasar meliputi penurunan kualitas aset, pengetatan likuiditas yang berlanjut, serta hasil keputusan evaluasi MSCI yang tidak menguntungkan.
DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai analisis sektor perbankan, indikator likuiditas, dan proyeksi pasar modal. Seluruh data angka, estimasi rasio, serta rekomendasi saham disadur secara presisi dari rilis riset BNI Sekurit