Penundaan Proyek Migas Bisa Gerus Penerimaan Negara, Dukungan Pemda Disorot

Senin, 19 Oktober 2026 | 10:11 WIB
Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels]
BACA 10 DETIK
  • British Petroleum dan Inpex Corporation menginvestasikan 42,7 juta dolar AS untuk eksplorasi migas di perairan Bali.
  • Menteri ESDM menetapkan pembagian hak partisipasi masing-masing 50 persen untuk kedua perusahaan pada 7 September 2026.
  • Kedua perusahaan berencana melaksanakan survei seismik 2D dan 3D untuk memetakan struktur geologi bawah permukaan.

"Setiap tahun tertunda menggerus sekitar 10 persen nilai kini penerimaan negara dari proyek ini. Penundaan 4 tahun menghapus sepertiganya. Dukungan gubernur penting, terutama untuk urusan dalam kewenangan daerah," jelas Yayan.

Dukungan tersebut dinilai penting agar tahapan eksplorasi dapat berjalan lancar, terutama dalam aspek yang berada di bawah kewenangan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan Gubernur Bali I Wayan Koster telah memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi di WK Agung I dan WK Agung II.

Djoko optimistis kolaborasi BP dan Inpex dapat membantu mengoptimalkan potensi migas lepas pantai Bali secara efektif dan aman.

Apabila eksplorasi tersebut berhasil menemukan cadangan gas yang ekonomis untuk dikembangkan, proyek ini berpotensi memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional dan penerimaan daerah melalui Dana Bagi Hasil (DBH).

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com