- Danantara Indonesia memulai proses audit laporan keuangan konsolidasian Tahun Buku 2025 sejak pertengahan Juli 2026 di Jakarta.
- Audit dilakukan secara paralel oleh BPK dan kantor akuntan publik EY untuk menilai kewajaran serta kepatuhan laporan.
- Danantara menargetkan publikasi laporan keuangan pada Oktober 2026 sekaligus menyederhanakan jumlah entitas BUMN menjadi sekitar 200 perusahaan.
Suara.com - Danantara Indonesia memastikan proses audit laporan keuangan perusahaan saat ini tengah berlangsung dan akan segera dipublikasikan begitu seluruh tahapan selesai.
Managing Director Global Relations & Communication, Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan konsolidasian tersebut telah dimulai sejak pertengahan Juli 2026.
"Saat ini sedang dalam tahapan proses audit, dan sesegera mungkin setelah itu selesai kita akan laporkan. Proses audit sudah mulai dilaksanakan dari pertengahan bulan Juli yang lalu. Jadi kita harapkan nanti sesegera mungkin setelah selesai kita bisa publikasikan," ujar Pahala di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Danantara yang menargetkan rilis laporan keuangan pada Oktober 2026. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, sebelumnya menyebut audit keuangan dilakukan secara paralel oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta kantor akuntan publik independen, Ernst & Young (EY).
Pemeriksaan oleh BPK mencakup laporan keuangan BPI Danantara, PT Danantara Aset Manajemen (DAM), PT Danantara Investasi Manajemen (DIM), hingga seluruh BUMN yang masuk dalam struktur pengelolaan Danantara untuk Tahun Buku 2025.
Anggota VII BPK, Slamet Edy Purnomo, menegaskan audit berbasis risiko ini dilakukan untuk menilai kewajaran laporan keuangan, kesesuaian dengan standar akuntansi, serta efektivitas sistem pengendalian internal lembaga baru tersebut.
Di sisi lain, Danantara juga sedang mengakselerasi penataan dan streamlining portofolio BUMN.
Proses pengurusan jumlah entitas dilakukan melalui skema likuidasi, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi pinjaman dan injeksi aset, dengan target menyederhanakan jumlah perusahaan BUMN yang dikelola menjadi sekitar 200 entitas pada akhir 2026.
- Baca Juga
- Cara Pertamina Berdayakan Anak Pesisir