Sinergi Pemerintah dan Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi BBM di Bali

Senin, 19 Oktober 2026 | 21:49 WIB
Pertamina terus memperkuat ketahanan pasokan dan mempercepat distribusi BBM di Bali serta berbagai wilayah di Indonesia. (Dok. Pertamina)

Suara.com - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat ketahanan pasokan dan mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali serta berbagai wilayah di Indonesia melalui penguatan pasokan, armada, optimalisasi infrastruktur distribusi, dan koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Upaya tersebut mendukung lancarnya penyaluran BBM ke SPBU dan terurainya antrean masyarakat.

Capaian tersebut disampaikan dalam kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Fuel Terminal Sanggaran, Bali, Senin (19/10).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kondisi pasokan BBM di Bali telah menunjukkan pemulihan signifikan.

"Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari," ujar Bahlil.

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina meningkatkan jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali, dari sebelumnya tiga menjadi tujuh kapal. Langkah ini didukung optimalisasi operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran guna memperkuat penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Bali.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa kelancaran pasokan dan distribusi energi menjadi prioritas perusahaan, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah.

"Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya. Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik," ujar Simon.

Simon menambahkan, Pertamina terus melakukan evaluasi dan penguatan di seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan hingga penyaluran BBM kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi seluruh entitas Pertamina Group guna menjaga ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah cepat Pertamina serta sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan distribusi BBM di Bali.

"Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," ujar Koster.

Menurut Koster, sejumlah langkah pengaturan aktivitas masyarakat, termasuk kebijakan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap, turut mendukung kelancaran pelayanan di SPBU. Kebijakan ganjil-genap diperpanjang hingga 23 Oktober 2026 dan dapat dievaluasi lebih awal sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

"Kami di daerah akan membantu pelaksanaan tugas Pertamina di lapangan," tambah Koster.

Dari sisi operasional, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa penguatan pasokan terus dilakukan, termasuk melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan," ujar Ega.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com