- Badan Pusat Statistik mencatat impor apel dan kiwi Indonesia sangat tinggi sepanjang tahun 2025.
- Produsen Eropa menggelar kampanye Garden of Europe di Jakarta untuk memperluas kerja sama perdagangan pangan.
- Program promosi tersebut memaparkan standar kualitas dan keamanan produksi buah Eropa kepada importir lokal.
Suara.com - Indonesia mencatatkan volume impor komoditas buah segar yang cukup signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, realisasi impor apel segar Indonesia mencapai sekitar 318.000 ton dengan nilai transaksi mendekati 357 juta dolar AS. Sementara itu, impor buah kiwi berada di kisaran 20.000 ton dengan nilai hampir menyentuh 19 juta dolar AS.
Tingginya volume permintaan pasar domestik tersebut mendorong produsen komoditas hortikultura dari Eropa untuk memperluas jangkauan promosi serta memperkuat hubungan dagang dengan pelaku industri pangan nasional. Langkah promosi ini direalisasikan melalui keterlibatan dalam kampanye Garden of Europe yang berlangsung pada ajang pameran dagang Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta International Expo.
Di samping partisipasi pameran, rangkaian kegiatan di Jakarta juga mencakup dua sesi jamuan makan malam business-to-business (B2B). Agenda ini dimanfaatkan sebagai sarana pertukaran informasi secara langsung antara asosiasi produsen Eropa dengan para importir, distributor, serta profesional di sektor pangan Indonesia.
Dalam forum interaktif tersebut, perwakilan Garden of Europe membahas sejumlah topik teknis, meliputi dinamika kebutuhan pasar, ketersediaan pasokan, standar penyimpanan dan penanganan produk, preferensi konsumen lokal, hingga potensi kemitraan usaha jangka panjang.
Pertemuan tersebut turut digunakan oleh pihak penyelenggara untuk memaparkan karakteristik produk apel asal Polandia dan kiwi dari Yunani, khususnya mengenai skema produksi serta kontrol kualitas. Kampanye Garden of Europe menekankan pentingnya penerapan standar produksi Eropa yang mencakup aspek keamanan pangan, sistem ketertelusuran (traceability), serta praktik budi daya yang bertanggung jawab.
Presiden Association of Polish Fruit and Vegetables Distributors "FRUIT UNION", Piotr Janota, menyampaikan bahwa pemenuhan standar regulasi menjadi poin utama dalam proses pengenalan komoditas tersebut ke pasar Indonesia.
“Dengan mengikuti standar Eropa yang ketat mengenai keamanan, keberlanjutan, dan praktik kerja yang adil, kami memastikan bahwa buah yang sampai ke meja Anda tidak hanya segar, tetapi juga ditanam dengan menghormati alam dan masyarakat di balik proses produksinya,” ujar Janota.
Sebagai informasi, Garden of Europe merupakan program promosi berdurasi tiga tahun (2024–2027) yang mendapat pendanaan bersama dari Uni Eropa. Program ini memfokuskan kegiatan edukasi dan promosi pada komoditas kiwi Yunani dan apel Polandia di wilayah Indonesia. Pelaksanaan program di lapangan dikelola oleh Agricultural Cooperative of Neapoli Agrinio (AS Neapolis) asal Yunani bersama Association of Polish Fruit and Vegetables Distributors "FRUIT UNION" dari Polandia.