Haji Isam dan MSCI Jadi Sorotan, Pengamat: Tak Ada Kaitannya!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:31 WIB
Akuisisi 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Low Tuck Kwong senilai Rp26,1 triliun oleh Haji Isam merupakan transaksi melalui pasar negosiasi. Desain Suara.com/AI.
BACA 10 DETIK
  • Gede Sandra menilai akuisisi saham BYAN oleh Haji Isam tak terkait ancaman downgrade MSCI.
  • Gede menduga tekanan MSCI berkaitan dengan kepentingan AS terhadap ekonomi era Prabowo.
  • Eks Mendag Lutfi menuding kepentingan besar Singapura ikut mendorong downgrade MSCI, tanpa bukti terverifikasi.

Lutfi juga mengeklaim dana asing telah keluar sekitar 80% dari pasar Indonesia, tetapi aksi tersebut belum membuat bursa domestik ambruk seperti yang diperkirakannya.

“Dana-dana asing sudah keluar sekitar 80 persen dari pasar Indonesia. Namun, bursa kita tidak hancur, harga saham tidak turun," ungkapnya.

Dia menduga ancaman penurunan klasifikasi oleh MSCI dapat menjadi tekanan tambahan yang membuat harga saham Indonesia terkoreksi lebih dalam.

"Jangan mau diadu-adu, dibuat minder negara tetangga. Ini soal siapa memegang kendali atas kekayaan Indonesia. Kita harus kompak, harus patriotik, mari jaga harga diri bangsa kita sendiri," pungkasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com