Mulai Pulih, Menperin Pede Pertumbuhan Industri Lampaui Ekonomi Nasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:35 WIB
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. Foto Fakhri-Suara.com
BACA 10 DETIK
  • Menteri Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri nasional melampaui pertumbuhan ekonomi dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Realisasi investasi nasional mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5,48 juta orang.
  • Sektor industri alat angkutan menunjukkan perbaikan kinerja dengan pertumbuhan sebesar 5,54 persen pada kuartal II 2026.

Suara.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menargetkan pertumbuhan industri nasional bisa melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Target tersebut menjadi salah satu fokus Kementerian Perindustrian setelah usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tepat 2 tahun pada hari ini, Selasa (20/10/2026).

"Kementerian Perindustrian akan terus bekerja untuk menjadi backbone bagi pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi di bawah kepemimpinan Pak Prabowo-Gibran. Kita akan makin tingkatkan," ujarnya di Kantor Kemenperin, Jakarta.

Sarmuji berharap kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terus meningkat. Selain itu, pertumbuhan industri diharapkan dapat berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Ilustrasi kawasan industri. [Unsplash]

"Mudah-mudahan kita bisa tingkatkan kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Mudah-mudahan pertumbuhan industri makin tinggi, berada di level lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah, realisasi investasi nasional selama dua tahun pemerintahan Prabowo mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5,48 juta orang. Investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total investasi nasional.

Sementara itu, sektor industri alat angkutan menunjukkan perbaikan kinerja pada kuartal II 2026. Sarmuji menyebut industri tersebut tumbuh 5,54 persen setelah mengalami kontraksi sepanjang 2025 hingga kuartal I 2026.

Menurut dia, perbaikan tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan industri alat angkutan, termasuk industri perkapalan yang menjadi bagian dari kelompok industri tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com