Pameran Bisnis Jadi Jembatan UMKM Lokal Menuju Pasar Global

Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:22 WIB
Ilustrasi pameran UMKM. [ist].
BACA 10 DETIK
  • Pameran bisnis dapat mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra melalui skema B2B (Business to Business) dan konsumen melalui B2C (Business to Consumer).
  • Dari sekitar 340 ribu UMKM dalam ekosistem BSI, sebanyak 24 ribu di antaranya disebut telah naik kelas.
  •  BSI International Expo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di JICC, dengan peserta dari sektor fesyen, kuliner, otomotif, elektronik, wisata halal, hingga kecantikan dan gaya hidup.

Suara.com - Akses pasar dan kemitraan bisnis menjadi salah satu faktor penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas skala usaha. Melalui pertemuan dengan calon mitra dan konsumen, pelaku usaha memiliki peluang memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada pasar yang lebih luas.

SVP Consumer Product Solution BSI, Wawan Setiawan, mengatakan pameran bisnis dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk mempertemukan kepentingan bisnis antarpelaku usaha maupun dengan konsumen.

"BSI mempertemukan dan memfasilitasi baik B2B (Business to Business) dan B2C (Business to Consumer)," ujarnya seperti dikutip, Rabu (21/10/2026).

Ilustrasi pameran UMKM [Hiskia Andika Weadcaksana / SuaraJogja.id]

Menurut Wawan, saat ini terdapat sekitar 340 ribu UMKM dalam ekosistem BSI. Dari jumlah tersebut, sekitar 24 ribu UMKM disebut telah naik kelas.

Dia menambahkan, pertemuan pelaku usaha dalam kegiatan pameran juga menjadi salah satu upaya untuk mendorong UMKM lokal memperluas jangkauan bisnis hingga ke pasar global.

"Momen ini menjadi upaya kami untuk mencetak UMKM lokal go global", ujarnya.

Upaya mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis tersebut menjadi salah satu fokus dalam BSI International Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23-25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Kegiatan ini melibatkan 426 tenant dari berbagai sektor, mulai dari fesyen, perjalanan haji dan umrah, wisata halal, otomotif, properti, emas, elektronik, kuliner, hingga kecantikan dan gaya hidup.

Beragamnya sektor yang terlibat membuka ruang pertemuan antara pelaku usaha dan konsumen dari berbagai kategori. Namun, perluasan pasar UMKM tidak hanya bergantung pada keikutsertaan dalam pameran, tetapi juga pada kemampuan pelaku usaha mengembangkan produk, memenuhi kebutuhan konsumen, serta membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Wawan juga menyoroti pentingnya mendorong kebanggaan terhadap produk lokal, khususnya di kalangan anak muda, di tengah tren gaya hidup yang terus berkembang.

"SVP Consumer Product Solution BSI Wawan Setiawan menyebut bahwa anak-anak muda harus bangga dengan produk lokal Indonesia. Terlebih saat ini ada tren yang menyebutkan bahwa anak-anak muda lebih kearah lifestyle kekinian. Fenomena ini yang kami siapkan di BSI International Expo mendatang", ujarnya.

Dengan mempertemukan pelaku usaha dan konsumen, pameran bisnis diharapkan dapat menjadi salah satu sarana memperluas akses pasar produk lokal. Meski demikian, dampak terhadap pertumbuhan usaha dan ekspansi ke pasar global perlu dilihat dari tindak lanjut kemitraan, peningkatan penjualan, serta keberlanjutan hubungan bisnis setelah kegiatan berlangsung.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com