Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:09 WIB
Ilustrasi UMKM kerajinan tangan. Foot ist
BACA 10 DETIK
  • Dua UMKM binaan lolos kurasi dan memamerkan produk di Trade Expo Indonesia 2026.
  • Produk yang ditawarkan meliputi kriya kayu ramah lingkungan dan media tanam dari limbah kelapa.
  • Keikutsertaan di TEI 2026 membuka peluang kemitraan bisnis dan kontrak dagang internasional.

Suara.com - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) membawa dua usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya ke ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Langkah ini dilakukan untuk membuka akses pasar internasional sekaligus mendorong produk lokal masuk ke rantai pasok global.

Dua UMKM tersebut adalah D'craft Indonesia yang memproduksi aneka kerajinan premium berbahan dasar kayu ramah lingkungan dan Dakey House yang mengolah limbah kelapa menjadi media tanam. Keduanya merupakan hasil inkubasi program Peruri Digital Entrepreneur Academy yang lolos kurasi untuk mengikuti pameran dagang tersebut.

TEI 2026 berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 14-18 Oktober 2026 dengan mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing. Ajang ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk kepada pembeli mancanegara dan menjajaki peluang kerja sama bisnis lintas negara.

Head of Corporate Secretary Peruri Adi Sunardi mengatakan, partisipasi UMKM binaan dalam pameran tersebut diharapkan tidak berhenti pada promosi produk, tetapi juga menghasilkan kemitraan bisnis dan kontrak dagang jangka panjang.

“Momentum emas ini menjadi kesempatan bagi UMKM binaan Peruri untuk menjajaki kemitraan bisnis, menyerap standar mutu internasional, dan membuka jalan menuju kontrak dagang jangka panjang dengan mitra global,” ujar Adi dalam keterangannya.

Menurut dia, keikutsertaan dalam TEI 2026 merupakan bagian dari upaya Peruri memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal melalui pendampingan berkelanjutan, mulai dari peningkatan tata kelola, digitalisasi bisnis, hingga perluasan akses pasar.

Peruri juga mendorong mitra binaannya untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai tambah, inovatif, serta memenuhi standar yang dibutuhkan pasar internasional. Dengan begitu, produk UMKM diharapkan mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar ekspor.

“Kami ingin UMKM binaan Peruri tampil dengan produk yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan, sesuai dengan standar yang dicari pasar internasional. Karena itu, pendampingan akan terus kami lakukan, mulai dari peningkatan kapasitas melalui Peruri Digital Entrepreneur Academy hingga pembukaan akses pasar,” kata Adi.

Pembukaan TEI 2026 pada 14 Oktober turut dihadiri Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia. Para pejabat meninjau langsung produk dalam negeri yang berorientasi ekspor.

Peruri berharap keikutsertaan dua UMKM tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan pembeli internasional, meningkatkan nilai transaksi, serta memperkuat kontribusi usaha kecil terhadap ekspor nasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com