- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan APBN mampu menyerap lonjakan harga minyak dunia.
- Pernyataan tersebut disampaikan di Istana Negara pada hari Rabu tanggal 21 Oktober tahun 2026.
- Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp31,8 triliun untuk mendanai berbagai program penopang daya beli masyarakat.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan jebol meski harga minyak dunia melonjak hingga di atas 100 dolar AS.
Menurutnya, APBN mampu untuk membeli harga minyak dunia hingga 95 dolar AS. Sebab, saat ini, harga minyak yang dibeli pemerintah berada di kisaran 91–92 dolar AS
"Dari segi APBN kita bisa serap. Jadi itu yang tadi kami sampaikan," ujar Airlangga di Istana Negara, Rabu (21/10/2026).
Airlangga menilai situasi geopolitik global masih akan menjadi tantangan hingga tahun depan. Karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, bekerja sama menghadapi ketidakpastian tersebut.
Sebab, konflik internasional dan gangguan pasokan dapat memengaruhi harga energi, sementara pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor minyak dalam denominasi dolar AS.
"Karena situasi geopolitik tidak akan berubah untuk memasuki tahun depan," ujarnya.
Selain menjaga kemampuan APBN menghadapi tekanan eksternal, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program untuk menopang daya beli masyarakat hingga akhir tahun.
Program tersebut meliputi bantuan pangan berupa beras 10 kilogram selama tiga bulan, bantuan subsidi upah, serta diskon untuk periode Natal dan Tahun Baru.
Airlangga menyebut dana sekitar Rp31,8 triliun telah disiapkan untuk program-program tersebut.