Pemerintah Kembali Cari Utang ke China, Targetkan Raup 1,5 Miliar Dolar AS lewat Panda Bond

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:49 WIB
Kemenkeu menargetkan perolehan dana sekitar 10 miliar yuan atau 1,5 miliar dolar AS dari penerbitan panda bond di Kuartal IV 2026. [Shutterstock]
BACA 10 DETIK
  • Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menerbitkan surat utang panda bond di China pada kuartal IV 2026.
  • Kemenkeu menargetkan perolehan dana sekitar 10 miliar yuan atau 1,5 miliar dolar AS dari penerbitan tersebut.
  • Rencana penerbitan ini didasari oleh suksesnya penjualan perdana panda bond pada Juli lalu yang berbiaya lebih murah.

Suara.com - Pemerintah berencana untuk kembali mencari utang ke China dengan menerbitkan surat utang panda bond di Kuartal IV 2026. 

Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto pada Kamis (22/10/2026) mengatakan pihaknya menargetkan meraup sekitar 10 miliar yuan atau sekira 1,5 miliar dolar AS dari penjualan surat utang negara tersebut.

Sebelumnya pada pertengahan Juli tahun ini, pemerintah mengeklaim sukses meraup 7 miliar yuan dari penjualan panda bond di era Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Kami masih punya ruang untuk menawarkan surat utang bermata uang asing di Kuartal IV, tergantung pada kondisi pasar. Panda bond menjadi pertimbangan karena debut di Juli lalu sukses," kata Suminto dilansir dari Reuters.

Ia menambahkan bahwa Kemenkeu berencana menerbitkan panda bon pada November atau awal Desember.

"Biaya dana panda bond relatif lebih murah dan pasar keuangan China juga lebih stabil," ujar Suminto.

Sebelumnya pada Juli lalu Kementerian Keuangan menerbitkan Panda Bond untuk pertama kalinya. Surat utang negara dalam valuta asing berdenominasi Yuan Tiongkok ini mencapai CNY7 miliar atau setara Rp 18,5 triliun.

DJPPR mengungkapkan Panda Bond ini diterbitkan dalam dua seri tenor mencakup RICNY0729 dan RICNY0731. Seri RICNY0729 memiliki tenor tiga tahun dengan tanggal jatuh tempo 30 Juli 2029. Nominal penerbitan seri ini mencapai CNY5,6 miliar (setara Rp 14,8 triliun) dengan yield (imbal hasil) kupon 1,90 persen.

Sedangkan seri RICNY0731 memiliki tenor lima tahun dengan tanggal jatuh tempo 30 Juli 2031. Nominal penerbitannya mencapai CNY1,4 miliar (setara Rp 3,7 triliun) dengan yield kupon 2,19 persen.

Pemerintah mengeklaim transaksi panda bond perdana itu mendapat sambutan baik dari investor China dengan total peak orderbook mencapai sekitar CNY17,0 miliar (setara Rp 45 triliun) atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com