Bisnis / Makro
Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan menerbitkan Panda Bond senilai CNY7 miliar pada 23 Juli 2026.
  • Penerbitan Surat Utang Negara terbagi dalam dua seri tenor tiga dan lima tahun untuk pembiayaan APBN 2026.
  • Transaksi perdana ini mendapat sambutan tinggi dari investor China sehingga menghasilkan biaya pendanaan yang sangat efisien.

Suara.com - Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan Panda Bond untuk pertama kalinya. Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yuan Tiongkok ini mencapai CNY7 miliar atau setara Rp 18,5 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan kalau Panda Bond ini diterbitkan dalam dua seri tenor mencakup RICNY0729 dan RICNY0731.

Seri RICNY0729 memiliki tenor tiga tahun dengan tanggal jatuh tempo 30 Juli 2029. Nominal penerbitan seri ini mencapai CNY5,6 miliar (setara Rp 14,8 triliun) dengan yield (imbal hasil) kupon 1,90 persen.

Sedangkan seri RICNY0731 memiliki tenor lima tahun dengan tanggal jatuh tempo 30 Juli 2031. Nominal penerbitannya mencapai CNY1,4 miliar (setara Rp 3,7 triliun) dengan yield kupon 2,19 persen.

"Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, Pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada tanggal 23 Juli 2026," kata DJPPR, dikutip dari siaran pers, Jumat (24/7/2026).

Pemerintah juga memamerkan kalau transaksi Panda Bond perdana ini mendapat sambutan amat baik dari investor China dengan total peak orderbook mencapai sekitar CNY17,0 miliar (setara Rp 45 triliun) atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

Menurutnya, besarnya permintaan investor memungkinkan Pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.

"Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor di Tiongkok, serta pemanfaatan momentum pasar yang tepat," tulis DJPPR.

Nantinya, hasil penerbitan Panda Bond ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.  

Baca Juga: Asing Lepas BMRI Rp639 Miliar, BBRI Justru Jadi Buruan

Diketahui Surat Utang Negara Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.

Bank of China Limited bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner, sedangkan China International Capital Corporation Limited, CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited bertindak sebagai Joint Lead Underwriters dan Joint Bookrunners.

Sementara Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation, dan The ExportImport Bank of China bertindak sebagai Co-Managers dalam transaksi ini. 

Load More