Telkomsel Bakal Jualan Aset Kripto, Jajaki Integrasi dengan FLOQ

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:07 WIB
Platform perdagangan aset digital FLOQ menjajaki kerja sama strategis dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) untuk memperluas akses masyarakat terhadap aset digital. Foto ist.
BACA 10 DETIK

FLOQ dan Telkomsel menjajaki integrasi layanan aset digital ke ekosistem aplikasi Telkomsel.
Kerja sama mencakup Mini Trade, Telkomsel POIN, pemasaran bersama, dan edukasi aset digital.
Layanan aset digital belum diluncurkan di MyTelkomsel; MoU masih tahap penjajakan.

Suara.com - Platform perdagangan aset digital FLOQ menjajaki kerja sama strategis dengan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) untuk memperluas akses masyarakat terhadap aset digital. Kolaborasi ini membuka peluang integrasi layanan FLOQ ke dalam ekosistem aplikasi yang dikembangkan Telkomsel, meski belum sampai pada tahap peluncuran layanan.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 22 Oktober 2026, dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta.

Melalui kesepakatan awal ini, kedua perusahaan akan mengeksplorasi sejumlah peluang kerja sama, mulai dari integrasi layanan FLOQ ke aplikasi Telkomsel, pengembangan fitur Mini Trade untuk pengguna pemula, hingga pemanfaatan Telkomsel POIN sebagai saldo atau voucher yang berkaitan dengan layanan FLOQ.

Kedua perusahaan juga menjajaki pemasaran bersama dan pemanfaatan jaringan distribusi Telkomsel untuk memperluas jangkauan layanan aset digital. Namun, seluruh rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, kesiapan implementasi, serta ketentuan regulator.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk mendekatkan akses aset digital kepada masyarakat melalui ekosistem layanan yang sudah dikenal sehari-hari.

“Kolaborasi ini bertujuan menjajaki bagaimana akses aset digital yang teregulasi dapat semakin terhubung dengan layanan digital yang digunakan masyarakat Indonesia setiap hari. Telkomsel memiliki jangkauan yang luar biasa dan ekosistem yang kuat, sementara FLOQ menghadirkan infrastruktur, kapabilitas produk, serta edukasi yang dibutuhkan agar aset digital lebih mudah diakses dan dipahami,” kata Yudhono.

Sementara itu, Chief Sales Officer Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan penjajakan bersama FLOQ merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas manfaat ekosistem digital bagi pelanggan.

Menurut dia, kolaborasi strategis tersebut diharapkan dapat mempermudah pelanggan mengakses layanan yang relevan melalui ekosistem digital Telkomsel.

“Bersama FLOQ, kami menjajaki integrasi yang mulus agar layanan FLOQ lebih mudah diakses pelanggan melalui ekosistem digital Telkomsel, sehingga menghadirkan manfaat yang berarti bagi pelanggan dan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Stanislaus.

Kolaborasi ini mempertemukan dua perusahaan dengan basis pengguna yang berbeda skala. FLOQ merupakan platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perusahaan mengklaim memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, dua juta unduhan aplikasi, serta menyediakan akses ke lebih dari 100 aset digital.

Di sisi lain, Telkomsel memiliki basis pelanggan yang jauh lebih besar. Hingga semester I-2026, perusahaan melayani lebih dari 153,5 juta pelanggan di Indonesia.

Besarnya jangkauan Telkomsel berpotensi menjadi pintu bagi FLOQ untuk memperluas distribusi layanan sekaligus memperkenalkan aset digital kepada segmen pengguna yang lebih luas. Namun, potensi tersebut tetap bergantung pada hasil penjajakan, model bisnis yang disepakati, dan kesiapan kedua perusahaan dalam merealisasikan integrasi.

Selain pengembangan layanan, FLOQ dan Telkomsel juga akan menjajaki program edukasi serta literasi aset digital. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu masyarakat memahami karakteristik aset digital, potensi pemanfaatannya, serta risiko yang menyertainya.

Aspek edukasi menjadi penting seiring potensi perluasan akses perdagangan aset digital kepada masyarakat umum. Kemudahan akses melalui ekosistem aplikasi yang telah dikenal tidak serta-merta menghilangkan risiko fluktuasi harga maupun potensi kerugian dari transaksi aset digital.

Meski membuka peluang integrasi ke ekosistem aplikasi Telkomsel, MoU ini belum menandai peluncuran layanan aset digital di MyTelkomsel. Ruang lingkup kerja sama dan rencana implementasi masih akan dibahas lebih lanjut berdasarkan kesepakatan kedua pihak.

Realisasi kerja sama juga akan mempertimbangkan kesiapan teknis dan operasional serta pemenuhan persyaratan regulator, termasuk ketentuan OJK yang berlaku.

Penandatanganan MoU berlangsung dalam WCCE 2026, forum internasional yang diinisiasi Indonesia pada 2018 untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, kreator, dan pemangku kepentingan ekonomi kreatif.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com