Keberpihakan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui KUR
Sejalan dengan upaya memperluas kesempatan kerja dan usaha, Pemerintah juga terus memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM melalui KUR. Program ini menjadi instrumen untuk mendukung pelaku usaha memperoleh modal dengan skema kredit yang didukung kebijakan Pemerintah, sekaligus mendorong pembiayaan ke sektor-sektor produktif.
“KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas,” tegas Jubir Haryo.
Memasuki 2026, Pemerintah terus memperkuat penyaluran KUR dengan mengarahkan pembiayaan pada sektor produksi. Hingga 23 September 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp232,66 triliun dan menjangkau 3,61 juta debitur, sekaligus mendukung sekitar 10,83 juta tenaga kerja. Perkembangan ini mencerminkan keberlanjutan upaya memperluas akses permodalan bagi UMKM serta memperkuat kapasitas usaha, daya saing, dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Penguatan SDM melalui pemagangan dan vokasi, pengembangan pariwisata, serta perluasan pembiayaan UMKM mencerminkan keterkaitan antara peningkatan kompetensi, penciptaan aktivitas ekonomi, dan pengembangan usaha masyarakat. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai inovasi dan program di bidang penguatan SDM melalui pemagangan dan vokasi, pengembangan sektor pariwisata, serta pemberdayaan UMKM melalui KUR menunjukkan capaian positif dan menjadi modal optimisme bagi pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan produktif. Ke depan, kesinambungan dan penguatan berbagai program tersebut diharapkan dapat semakin memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas dan daya saing usaha, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan oleh masyarakat luas.***