Buka Peluang Ekonomi Masyarakat, Menteri Pariwisata Dorong Konektivitas ke Pulau Terpencil

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:41 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana Dorong Konektivitas ke Pulau Terpencil. (Dok. Ist)
BACA 10 DETIK
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan kerja sama dengan Santai Seaplane diumumkan pada Selasa (20/10/2026).
  • Kolaborasi ini mengembangkan layanan pesawat amfibi untuk menghubungkan pusat transportasi utama dengan destinasi pesisir dan kepulauan terpencil Indonesia.
  • Operasi awal dimulai dari Bali pada 2026 dengan titik pendaratan meliputi Lombok, Labuan Bajo, hingga Danau Toba.

Suara.com - Konektivitas menuju destinasi pesisir dan pulau-pulau terpencil dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pemerataan pengembangan pariwisata di Indonesia. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai, solusi transportasi yang fleksibel diperlukan untuk menghubungkan destinasi tersebut dengan pusat transportasi utama.

“Geografi kepulauan Indonesia yang luas membutuhkan solusi transportasi yang inovatif dan fleksibel. Kemitraan dengan Santai Seaplane memungkinkan destinasi pesisir terpencil terhubung secara lebih efisien dengan pusat-pusat transportasi utama, membuka peluang baru bagi pariwisata bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat kepulauan,” ujar Widiyanti dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Salah satu upaya yang dijajaki adalah pengembangan layanan pesawat amfibi atau seaplane melalui kolaborasi Kementerian Pariwisata dengan Santai Seaplane, bagian dari Seaplane Asia.

Layanan ini dirancang untuk menjadi alternatif transportasi menuju destinasi pesisir dan kepulauan yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun penerbangan yang bergantung pada landasan pacu konvensional.

Operasi awal direncanakan dimulai dari Bali pada 2026. Sejumlah wilayah yang tengah dijajaki sebagai titik pendaratan di perairan meliputi Benoa di Bali, Pantai Sira dan Mandalika di Lombok, Labuan Bajo, Kepulauan Kangean, Maluku Utara, serta Danau Toba.

Kementerian Pariwisata juga mendorong penjajakan rute menuju Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan tersebut menjelang konferensi kuliner yang direncanakan berlangsung pada 2027.

CEO Santai Seaplane Wirmandi Sugriat mengatakan, pengembangan jaringan penerbangan ini diharapkan dapat memperluas akses wisatawan sekaligus membuka peluang bagi destinasi dan komunitas lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Peningkatan konektivitas diharapkan mendukung perjalanan lintas destinasi, mendorong wisatawan tinggal lebih lama, serta memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, pengembangan jaringan seaplane tersebut masih dalam tahap persiapan dan penjajakan rute.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com