Teknikal IHSG Hari Ini: Uji Resistance 5.450 di Tengah Aksi Jual Asing dan Isu MSCI

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 08:20 WIB
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • IHSG ditutup menguat 1,12 persen ke level 5.387,9 pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp1,49 triliun di seluruh pasar Bursa Efek Indonesia.
  • BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji area resistance 5.400 hingga 5.450 pada Jumat.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Kamis (22/10/2026) di zona hijau dengan menguat 1,12 persen atau naik 59,5 poin ke level 5.387,9. Kendati demikian, laju penguatan bursa domestik masih dibayangi aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai Rp1,47 triliun di pasar reguler dan total Rp1,49 triliun di seluruh pasar.

Sebanyak 489 saham mencatatkan kenaikan, 216 saham melemah, dan 258 saham bergerak stagnan, dengan total nilai transaksi harian mencapai Rp16,15 triliun.

Aksi pelepasan portofolio oleh investor asing paling banyak melanda saham-saham berkapitalisasi besar, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Di sisi lain, investor asing mencatatkan akumulasi beli (net buy) pada sepuluh saham utama:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp152,3 miliar
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS): Rp52,48 miliar
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp51,26 miliar
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO): Rp42,9 miliar
PT Singaraja Putra Tbk (SINI): Rp22,9 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp19 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC): Rp17,6 miliar
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO): Rp14,7 miliar
PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp14,6 miliar
PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI): Rp12,9 miliar

Proyeksi Teknikal IHSG Perdagangan Jumat (23/10/2026)

Memasuki perdagangan Jumat (23/10/2026), BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menguji rentang area resistance di 5.400–5.450.

Apabila pergerakan indeks tidak mampu menembus batas penahan tersebut, IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi teknikal. Adapun area support harian berada pada kisaran 5.250–5.300.

Tekanan Bursa Global dan Regional

Pergerakan IHSG hari ini turut dipengaruhi sentimen negatif dari pasar global dan regional. Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) ditutup melemah pada Kamis (22/10), dipicu kekhawatiran investor terkait besarnya belanja modal perusahaan teknologi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta lonjakan harga minyak akibat eskalasi geopolitik Timur Tengah.

Indeks S&P 500 terkoreksi 1,21 persen dan Nasdaq anjlok 2,60 persen, sementara Dow Jones menguat tipis 0,02 persen.

Sejalan dengan itu, mayoritas bursa kawasan Asia Pasifik bergerak merosot. Penurunan dipimpin oleh indeks KOSPI Korea Selatan yang anjlok 3,5 persen, Nikkei 225 Jepang merosot 2,65 persen, serta Hang Seng Hong Kong tertekan 3,03 persen. Kenaikan harga minyak global turut memicu kekhawatiran atas potensi tekanan inflasi lanjutan.

Rekomendasi Saham Pilihan Sekuritas

Di tengah dinamika pasar yang volatil, sejumlah sekuritas menyampaikan gagasan perdagangan dan saham pilihan untuk Jumat (23/10/2026):

BNI Sekuritas: Menyodorkan saham MEDC, MDKA, PACK, PTRO, INDY, dan HMSP sebagai ide perdagangan.

BRI Danareksa Sekuritas:

  • BBTN: Buy on weakness di kisaran Rp945–Rp975 (Target resistance: Rp1.011 & Rp1.054 | Stop loss: di bawah Rp920).
  • ANTM & INCO: Rekomendasi beli untuk memanfaatkan kelanjutan tren penguatan.

Ajaib Sekuritas:

  • AKRA: Area beli Rp1.210 (Target profit: Rp1.245 | Stop loss: Rp1.140).
  • MBMA: Area beli Rp344 (Target profit: Rp356 | Stop loss: Rp320).
  • UNVR: Area beli Rp1.375 (Target profit: Rp1.415 | Stop loss: Rp1.320).

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai analisis teknikal, indikator pasar modal, dan rincian transaksi bursa. Seluruh data angka, proyeksi riset, serta rekomendasi saham disadur secara presisi dari data resmi perdagangan Bursa Efek Indonesia dan riset sekuritas terpercaya. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk melakukan transaksi jual-beli saham.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com