- Pandu Sjahrir menyatakan saham BUMN memiliki prospek cerah dan fundamental kuat di Wisma Danantara pada 22 Oktober 2026.
- Danantara Indonesia aktif membeli saham potensial di pasar modal ketika Indeks Harga Saham Gabungan sedang mengalami pelemahan.
- Lembaga pengelola BUMN tersebut menerapkan orientasi keuntungan serta mempertimbangkan keseimbangan risiko dan imbal hasil dalam berinvestasi.
Suara.com - Danantara Indonesia menagaskan saham-saham BUMN masih menarik untuk dikoleksi investor. Sebab, diklaim Danantara, Saham BUMN memiliki prospek yang cerah.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menjelaskan dari sisi fundamental, baik itu kinerja operasional dan keuangan BUMN-BUMN sangat kuat.
"Again we look at it really as an attractive return dan memang prospect-prospect secara fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di pasar modal Indonesia, apalagi yang menyangkut BUMN memang sangat menarik," ujarnya di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Sayangnya, Pandu tidak merinci BUMN-BUMN mana saja yang memiliki prospek saham yang menarik. Saat ini terdapat 29 perusaha pelat merah berserta anak usaha yang tercatat sebagai perusahaan terbuka.
Diantara itu beberapa BUMN yang masuk sebagai kategori Blue Chip, BBRI, BMRI, TLKM, BBNI, serta ANTM.
Di sisi lain, Danantara Indonesia mengaku selalu aktif di pasar modal, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah loyo. Bahkan, lembaga pengelola BUMN itu sering menyerok saham-saham potensial.
Pandu menuturkan, pihaknya telah mengangkut saham-saham yang memang memiliki prospek yang menarik. Akan tetapu, dia tidak merinci berapa nilai investas dan siapa emiten yang dibeli sahamnya oleh Danantara.
"Jadi per kemarin hari ini kita sudah mulai membeli saham-saham yang ada yang menurut kami attractive dan kita akan terus selama harga value itu menarik memiliki prospect yang baik, we want to own more of some of these shares," katanya.
Menurut Pandu, dalam setiap investasi di pasar modal, Danantara akan selalu mengincar untung. Jika memang dinilai perusahaan itu untung, maka akan terus mengoleksi saham perusahaan tersebut.
"Dari sisi DIM tentunya kita selalu profit oriented, sekarang dari sisi risk reward menarik, kami juga sudah mulai masuk di pasar modal dan tentunya itu akan bertambah terus, tergantung nanti kondisi pasarnya," pungkasnya.