Investasi Hulu Migas Capai Rp179,2 Triliun, Produksi Jadi Tantangan Berikutnya

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi Proyek Migas. [ist]
BACA 10 DETIK
  • SKK Migas mencatat investasi hulu migas Indonesia mencapai 10,4 miliar dolar AS hingga 31 Agustus 2026.
  • Konstruksi fasilitas produksi terapung proyek gas North Hub di Kalimantan Timur dimulai pada Juli 2026.
  • Pri Agung Rakhmanto menyatakan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas kontrak mendukung tren positif investasi hulu migas.

Founder & Advisor ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai arah investasi hulu migas sejak pandemi menunjukkan perkembangan positif. Perbaikan pelaksanaan kegiatan, fleksibilitas pilihan kontrak, serta insentif dan pembagian hasil yang lebih menarik menjadi bagian dari upaya menjaga investasi tetap berjalan.

"Jadi berbagai upaya sudah dilakukan, trennya naik. Itu artinya kemudian yang beroperasi di sini itu memang masih melanjutkan investasinya di Indonesia," ujar Pri Agung seperti dikutip, Jumat (23/10/2026).

Daya tarik investasi Indonesia juga tercermin dalam penilaian iklim investasi. Pada 2026, Indonesia menempati peringkat keempat dari 15 negara dalam kategori Activity & Success. Penilaian tersebut relatif sama kuatnya dengan 2025 dan didukung, antara lain, oleh sejumlah penemuan besar sepanjang 2026.

Meski tren investasi menunjukkan perkembangan positif, besarnya nilai investasi belum dengan sendirinya menggambarkan tambahan produksi yang telah terealisasi. Karena itu, perkembangan proyek dan pencapaian target produksi menjadi hal penting untuk dicermati.

Keberlanjutan investasi, kepastian usaha, serta percepatan pengembangan lapangan diharapkan dapat membantu mengubah komitmen investor menjadi tambahan produksi dan pasokan energi bagi perekonomian nasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com