Prabowo Sering Dapat Laporan Ekonomi RI Baik-baik Saja, Purbaya: Pejabat Lapor Asal Bapak Senang

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:39 WIB
Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK). Peluncuran dilakukan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
BACA 10 DETIK
  • Prabowo menerima laporan bahwa ekonomi RI masih baik di tengah ketidakpastian global.
  • Purbaya pernah menyindir budaya ABS dan menekankan pentingnya laporan ekonomi yang jujur.
  • Optimisme pemerintah perlu diimbangi data objektif agar risiko ekonomi tidak terabaikan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih baik di tengah ketidakpastian global. Namun, klaim tersebut mengingatkan kembali pada kritik mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai budaya asal bapak senang (ABS) dalam pelaporan kondisi ekonomi kepada Presiden.

Purbaya sebelumnya menegaskan pentingnya menyampaikan kondisi ekonomi secara jujur kepada kepala negara, termasuk ketika situasi sedang tidak baik. Menurut dia, laporan yang hanya berisi kabar positif justru berisiko menghambat upaya pemerintah dalam memperbaiki persoalan ekonomi.

Dalam sebuah podcast bersama Putri Tanjung pada tahun lalu, Purbaya menceritakan pengalamannya ketika menyampaikan kondisi ekonomi yang buruk kepada Presiden.

Pejabat lama Purbaya Yudhi Sadewa berjalan keluar gedung seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/agr]

"Pejabat-pejabat kalau lapor ke bosnya, ke Presiden misalnya. Saya pernah dipanggil, saya bilang engga bagus pak, jelek pak. Dia (Presiden) engga suka sama saya," kata Purbaya.

Ia mengaku menyadari bahwa menyampaikan kabar buruk bukan hal yang selalu menyenangkan bagi seorang pemimpin. Namun, menurut dia, informasi yang menggambarkan persoalan sebenarnya dibutuhkan agar pemerintah dapat mengambil langkah perbaikan.

"Tapi itu diperlukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Kebetulan dia percaya sama saya, untungnya dia percaya. Saya bilang apa saja dia ikut," ujarnya.

Purbaya juga menegaskan bahwa dirinya lebih memilih menyampaikan fakta daripada sekadar memberikan laporan yang menyenangkan atasan.

"Kalau anda ingin mendengar yang bagus-bagus panggil orang lain. Tapi kalau mau denger yang betul-betul terjadi panggil saja. Jadi harus jujur," tutur Purbaya.

Pernyataan tersebut kembali relevan ketika Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan dari Purbaya mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang masih baik, meskipun dunia tengah menghadapi perang dan ketidakpastian.

Di tengah situasi global yang belum menentu, penilaian bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi baik tentu menjadi kabar positif. Namun, tantangannya adalah memastikan bahwa laporan tersebut juga mencerminkan berbagai risiko dan persoalan yang dihadapi perekonomian domestik.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com