IHSG Naik Betah di Level 5.400 pada Sesi I, Saham BYAN hingga AMMN Jadi Pendorong

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:38 WIB
IHSG masih betah berada di zona hijau pada sesi I. [Suara.com/Alfian Winanto]
BACA 10 DETIK
  • IHSG menguat 1,09 persen ke level  5.446,74, dengan level tertinggi 5.452,77 dan terendah 5.366,29. Volume perdagangan tercatat 20,5 miliar saham.
  • BYAN, AMMN, dan ASII menopang penguatan. BYAN naik 4,01 persen ke Rp11.025, AMMN naik 3,53 persen ke Rp4.090, dan ASII naik 2,81 persen ke Rp4.570.
  • Investor asing masih mencatatkan net sell Rp744,43 miliar. Nilai pembelian asing mencapai Rp2,62 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp3,36 triliun.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah berada di zona hijau hingga sesi I, Jumat, 23 Oktober 2026. IHSG naik 58,84 poin atau 1,09 persen ke level 5.446.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG dibuka pada level 5.397,34. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.452,77 dan terendah 5.366,29 sepanjang perdagangan sesi pertama.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai volume 20,5 miliar saham. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 512 saham menguat, 150 saham melemah, dan 256 saham tidak berubah.

Sejumlah saham menjadi penopang penguatan IHSG, dengan BYAN, AMMN, dan ASII memimpin daftar saham dengan kenaikan poin indeks terbesar.

Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memimpin daftar leaders dengan kenaikan harga Rp425 atau 4,01 persen ke level Rp11.025. Kenaikan tersebut menyumbang 7,002 poin terhadap indeks.

Selanjutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik Rp140 atau 3,53 persen menjadi Rp4.090, dengan kontribusi 5,362 poin.

Top Gainers

  • BYAN: Rp11.025, naik Rp425 atau 4,01 persen.
  • AMMN: Rp4.090, naik Rp140 atau 3,53 persen.
  • ASII: Rp4.570, naik Rp120 atau 2,81 persen.
  • CASA: Rp1.900, naik Rp100 atau 5,56 persen.
  • EMAS: Rp6.775, naik Rp350 atau 5,45 persen.

Di sisi lain, saham BBCA menjadi pemberat terbesar dengan penurunan Rp50 atau 0,97 persen ke level Rp5.125. Saham tersebut mencatat kontribusi negatif 4,580 poin.

Saham SMMA turun 3,86 persen menjadi Rp19.725, sedangkan DCII melemah 3,45 persen ke Rp181.000.

Top Loser

  • BBCA: Rp5.125, turun Rp50 atau 0,97 persen.
  • SMMA: Rp19.725, turun Rp325 atau 1,62 persen.
  • DCII: Rp181.000, turun Rp1.975 atau 1,08 persen.
  • BREN: Rp2.270, turun Rp60 atau 2,58 persen.
  • SRAJ: Rp10.650, turun Rp300 atau 2,74 persen.

Investor Asing Catat Jual Bersih Rp744,43 Miliar

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell hingga sesi I hari ini.

Adapun, nilai pembelian investor asing mencapai Rp2,62 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp3,36 triliun. Dengan demikian, arus dana asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp744,43 miliar.

Dari sisi volume, investor asing membukukan volume beli sebesar 5,03 miliar saham dan volume jual 7,21 miliar saham. Selisihnya mencatatkan volume jual bersih sebanyak 2,18 miliar saham.

Saham DSSA menjadi tujuan pembelian bersih asing terbesar berdasarkan nilai, mencapai Rp45,86 miliar. Berikutnya ASII sebesar Rp40,98 miliar dan ENRG sebesar Rp27,79 miliar.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com