- Rupiah melemah ke level Rp18.080 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026.
- Penyebab pelemahan berasal dari kenaikan harga minyak dunia serta derasnya aliran modal asing keluar.
- Mayoritas mata uang Asia juga ikut mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada sore hari tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah ditutup merosot pada sore ini, Jumat, 23 Oktober 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutip ke level Rp18.080 dolar AS.
Angka ini melemah 20 poin atau turun 0,11 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.060. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan ini terjadi dua arah baik domestik maupun global. Untuk global dipengaruhi harga minyak dunia yang naik.
Sedangkan, dari domestik disebabkan oleh harga arus modal asing yang keluar cukup deras.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar as tertekan oleh harga minyak dunia yang naik oleh kekuatiran eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Dari domestik, outflow dana asing yang berkelanjutan ikut menekan rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan pelemahan rupiah masih terus berlanjut. Terlebih, banyak modal asing yang keluar membuat mata uang Garuda masih betah di level Rp18.000
"Rupiah masih berpotensi tertekan sepekan depan apabila harga minyak duia terus naik dan dana asing yang terus keluar dari pasar ekuitas domesik," jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS sore ini. Dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam yakni 0,16 persen disusul peso Filipina yang melemah 0,12 persen, yen Jepang melemah 0,12 persen.
Diikuti, rupee India melemah 0,12 persen. Lalu, baht Thailand melemah 0,11 persen, dolar Singapura melemah 0,06 persen.
Selain itu, dolar Hong Kong melemah 0,06 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,04 persen terhadap dolar AS. Sedangkan yuan China dan won Korea menguat terhadap dolar AS sore ini, dengan penguatan masing-masing 0,04 persen dan 0,05 persen.