/
Selasa, 02 Agustus 2022 | 08:07 WIB
Ayman al-Zawahiri - CBS News

Pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri tewas dalam serangan pesawat tanpa awak. 

Informasi mengenai tewasnya orang nomor dua di Al Qaeda setelah Osama Bin Laden itu diinformasikan oleh presiden Amerika Serikat, Joe Biden

"Dia mengukir jejak pembunuhan dan kekerasan terhadap warga Amerika, diplomat Amerika dan kepentingan Amerika," kata Joe Biden dilansir dari laporan CBS News, Selasa (2/8/2022). 

"Sekarang keadilan telah ditegakkan. Dan pemimpin teroris ini tidak ada lagi," tambah Biden. 

Dikatakan oleh Joe Biden bahwa al-Zawahiri tewas dalam serangan di Kabul, Irak. Biden juga menjelaskan bahwa intelejen Amerika Serikat telah mengetahui keberadaan al-Zawahiri sejak awal tahun ini. 

"Dia telah pindah ke pusat kota Kabul untuk berkumpul bersama anggota keluarganya," jelas Biden. 

Pemerintah AS kemudian mendapat informasi tambahan dari sejumlah pihak bahwa al-Zawahiri berada di sebuah rumah persembunyian. 

"Setelah bukti yang jelas dan meyakinkan, serangan presisi yang akan menyingkirkannya dari medan perang untuk selamanya," ungkap Biden. 

Dari informasi yang dihimpun, al-Zawahiri tewas dalam serangan tanpa awak pada pukul 21:48 waktu setempat pada Sabtu 30 Juli 2022. 

Baca Juga: Tiga Fakta Temuan PPATK Terkait Dugaan Penyelewengan Dana ACT, dari Bisnis Hingga Mengalir ke Al Qaeda

Saat serangan terjadi, al-Zawahiri berada di balkon rumah. Dari informasi yang disampaikan pejabat AS, anggota keluarga al-Zawahiri tidak terluka karena berada di rumah yang berbeda. 

"Tidak ada anggota keluarganya yang terluka dan tidak ada korban sipil," kata salah satu pejabat senior AS. 

Dengan tewasnya al-Zawahiri, semua komplotan senior di serangan 11 September 2001 telah mati atau ditangkap pemerintah AS. 

Load More