/
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:44 WIB
istri ferdy sambo_antara

Putri Candrawathi istri dari Ferdy Sambo disebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai pemicu dari kasus penembakan Brigadir J

"Bahwa terkait dengan motif saat ini sedang dilakukan pendalaman terhadap saksi-saksi dan juga terhadap Ibu Putri. Jadi saat ini belum bisa kita simpulkan," ungkap Kapolri saat pengumuman Ferdy Sambo sebagai tersangka penembakan Brigadir J. 

Secara tidak langsung dalam pernyataannya, Kapolri menjadi pemicu utama Brigadir J tewas dibunuh di rumah dinas Ferdy Sambo. 

"Namun yang pasti ini menjadi pemicu utama terjadinya peristiwa pembunuhan. Untuk apa kesimpulannya? Tim saat ini terus bekerja, ada beberapa saksi yang saat ini sedang diperiksa dan tentunya nanti akan kita informasikan," tambah Kapolri. 

Putri Candrawathi bukan wanita sembarangan. Ia adalah anak dari seorang Jenderal. Ayahnya adalah purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir adalah Brigadir Jenderal. 

Mengutip dari sejumlah sumber, ayah Putri terakhir berdinas di DKI Jakarta. Sebelum menikah dengan Sambo, Putri juga memiliki gelar bergengsi, ia adalah seorang dokter gigi. 

Putri sendiri kelahiran Bali. Ia disebut satu sekolah dengan Ferdy Sambo saat bersekolah di SMPN 6 Makassar pada 1988. 

Saat menikah dengan Sambo, Putri pun tak lagi meneruskan profesinya sebagai dokter gigi. Ia kemudian mendampangi Sambo. 

Di luar kasus yang menjerat dirinya dan suami, Putri dikenal sebagai sosok perempuan yang peduli pendidikan. 

Baca Juga: LPSK Berpotensi Tolak Permohonan Istri Irjen Ferdy Sambo: Kurang Kooperatif!

Saat Sambo menjadi Kapolres Brebes, Putri berkeinginan untuk membuat taman kanak-kanak (TK). Sebuah TK bernama Kemala Bhayangkari 28 pun didirikan Putri di wilayah Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu Brebes.

Putri sendiri sampai saat ini masih coba dimintai keterangan oleh sejumlah pihak, termasuk dari LPSK. 

Terakhir, LPSK menyebut istri Sambo itu kurang kooperatif saat memberikan keterangan. 

"LPSK merasa, ya memang kurang kooperatif ibu ini," kata Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengutip dari Antara. 

Hasto mengatakan LPSK telah dua kali bertemu langsung dengan Putri untuk melakukan asesmen dan investigasi terkait dengan kasus kematian Brigadir J. Namun, dari dua pertemuan itu, Putri tidak memberikan keterangan apa pun kepada LPSK.

Oleh karena itu, jika Putri Candrawathi tetap tidak kooperatif, maka besar kemungkinan LPSK akan membatalkan permohonan perlindungan yang telah diajukannya beberapa waktu lalu.

Load More