Bagi pencinta sepakbola dunia tentu tak asing dengan nama kiper asal Uni Soviet (sekarang Rusia) Lev Yashin. Yashin ialah salah satu kiper terbaik di sejarah sepakbola.
Jauh sebelum nama Gianluigi Buffon dan David de Gea dikagumi banyak orang, Yashin ialah sosok yang membuat pekerjaan kiper dihargai pencinta sepakbola.
Tak kalah jika kemudian ia dinobatkan menjadi kiper terbaik dunia abad ke-20 seperti dikutip dari iffhs.de. Yashin sendiri lahir di Moskow pada 22 Oktober 1929. Pada usia belai tepatnya 13 tahun Yashin bekerja di pabrik senjata.
Lepas dari buruh pabrik senjata, Yashin mencoba berprofesi sebagai seorang atlet. Ia tercatat pernah jadi atlet hoki es. Bahkan ia sempat tergabung dengan tim hoki es Dynamo Moskow dan sukses meriah gelar juara Uni Soviet pada 1954.
Sebelum jadi kiper Rusia terbaik sepanjang masa, Yashin seperti sempat ingin mengundurkan diri dari Timnas Rusia karena tak bisa bersaing dengan seniornya, Alexei Khomich.
Tapi nasib berkata lain, Khomich alami cedera dan Yashin pun menggantikan posisinya. Singkat cerita, Yashin mampu menjadi bagian penting untuk sepakbola Uni Soviet kala itu. Dua gelar bergengsi mampu ia persembahkan untuk Tim Beruang Merah tersebut yakni medali emas Olimpiade 1956 di Melbourne dan juara Piala Eropa 1960.
Khusus untuk ajang Olimpiade 1956 ini, ada cerita menarik bagi sepakbola Indonesia. Pasalnya sebelum meraih medali emas, Yashin cs tak mampu berkutik kalah bertemu dengan Timnas Indonesia.
Bertanding di Melbourne pada 29 November 1956, kiper Indonesia Maulwi Saelan tak gentar meski head to head dengan kiper terbaik Eropa tersebut. Pun dengan para pemain Timnas lainnya seperti Ramang, Ashari Danoe, dan Edang Witarsa.
Turun dengan formasi 3-4-3, Timnas Indonesia mampu menahan imbang tanpa gol Uni Soviet. Sayang di laga ulang yang berlangsung pada 01 Desember 1956, Timnas Indonesia menyerah 0-4 dari Uni Soviet.
Baca Juga: 5 Pelatih yang Layak Gantikan Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia U-19 Usai Piala Dunia U-20 2023
Yashin sendiri kemudian tak terbendung kariernya di Eropa. Ia bahkan jadi satu-satunya kiper yang sukses meraih gelar Ballon d'Or. Sayangnya Yashin tak mampu membawa Uni Soviet meraih gelar Piala Dunia, prestasi terbaik Yashin untuk Uni Soviet di Piala Dunia ialah posisi ke-4 Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris.
Berita Terkait
-
5 Pelatih yang Layak Gantikan Shin Tae-yong Latih Timnas Indonesia U-19 Usai Piala Dunia U-20 2023
-
Deretan 4 Kiper Timnas Indonesia di Liga 1, Hanya Nadeo yang Tampil Reguler
-
5 Pelatih yang Layak Gantikan Bima Sakti Tukangi Timnas Indonesia U-16 dan 4 Berita Bola Terkini
-
Momen Abduh Lestaluhu Sulut Emosi Bench Timnas Thailand di Final Piala AFF 2016
-
Ketum PSSI Berharap Timnas Indonesia Masuk Lima Besar Piala Asia U-17 2023
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting