Tak ada yang lebih indah sebenarnya usai pertandingan babak 16 besar pada Piala Dunia 2018 antara Belgia vs Jepang. Usai laga aksi berkelas dan terhormat ditunjukkan para suporter Jepang usai laga berakhir.
Kekalahan Jepang secara dramatis tak membuat suporter Jepang kehilangan nalar dan akal sehatnya. Mereka menerima kekalahan itu dan tak membuat rusuh.
Aksi mereka malah jadi buah bibir di seluruh dunia. Bayangkan saja harus tersingkir dengan cara menyakitkan para suporter Jepang masih meluangkan waktu mereka untuk memungut sampah di sekitaran Rostov Arena, Rostov-on-Don, Rusia tempat laga berlangsung.
Aksi yang terbilang sepele namun lebih terhormat tentunya dibanding aksi-aksi oknum suporter di Indonesia yang belakangan ramai diberitakan dan dibicarakan -- kekinian aksi suporter Jepang ini akhirnya dituri segelintar suporter di Indonesia meski belum menjadi gerakan masif.
Ya kebalikan dengan suporter Jepang, sejumlah oknum suporter Indonesia justru lakukan hal sebaliknya. Menghilangkan nalar dan akal sehat dengan dalih membela kehormatan klub, para oknum ini lakukan hal yang membuat miris atau mungkin membuat suporter Jepang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah barbar oknum suporter ini.
Ada oknum suporter yang berteriak-teriak di jalan meminta seorang pembonceng motor untuk melepaskan jerseynya, ada juga oknum suporter yang menyandra sejumlah anak di bawah umur hanya karena korban berasal dari kota tempat lawannya berasal, lalu ada juga oknum suporter yang tanpa akal sehat dan nalar memukul anak seorang menteri hanya karena ia menonton timnya bertandingan dan masih banyak lagi aksi barbar lainnya.
Belum lagi jika kita bicara aksi psywar para suporter di sosial media. Entah oknum suporter sampai sejumlah petinggi perkumpulan suporter pun seperti tak bisa menahan jarinya untuk menyebarkan energi negatif yang berujung makin membesarnya konflik suporter di Indonesia.
Kondisi akan terasa 'memanas' jelang laga-laga berpotensi konflik, seperti jelang Persib vs Persija pada esok hari di Stadion GBLA.
Di timeline Twitter, umpatan dan saling ejek didengungkan oleh sejumlah akun yang entah berasal dari kelompok mana. Padahal diantara saling ejek dan umpat itu, masih ada kelompok lain yang coba untuk menyuarkan perdamaian dan ingin sepak bola bisa dinikmati bersama. Sayang suara mereka tak terlalu terdengar.
Baca Juga: 4 Pemain Timnas Indonesia yang Berstatus Papa Muda, Dua di Antaranya Pemain Persib Bandung
Apa itu mentalita suporter ?
Jika membandingkan aksi suporter Jepang dengan aksi suporter di Indonesia tentu banyak dimensi yang harus dilihat. Meski sebenarnya melihat fenomena itu cukup dari sisi mentalita suporter, alasan yang selalu didengungkan sejumlah suporter di Indonesia saat mereka lakukan aksi negatif.
Apa itu sebenarnya mentalita suporter? Dikutip dari banyak referensi dan pengertian, mentalitas secara garis besar ialah jiwa bukan sekedar tampilan atau bentuk fisik, mereka yang berjiwa tak akan pernah mundur walau dengan penuh keterbatasan.
Mereka yang punya jiwa mentalita tidak akan pernah takut meski hanya sendiri, karena dilubuk hatinya telah di tanam jiwa pelawanan yang akan terus berkobar sebelum kebenaran menang secara mutlak.
Dari pengertian tersebut, apakah aksi-aksi negatif oknum suporter di Indonesia yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini sudah sesuai dengan mentalita suporter? Tentu banyak lagi perdebatanya. Namun jika kita berani jujur dan membahasnya secara akal sehat, tentu aksi tersebut jauh dari kata mentalita suporter.
Bagaimana mungkin aksi menelanjangi, memukul, menyandar, dan sebar psywar jadi bentuk perlawanan untuk memperjuangkan kebenaran? Bicara kebenaran sebenarnya juga tidak ada habisnya dan banyak versi namun dalam lingkup sepakbola, kebenaran tentu bermuara pada aksi fair play bukan?
Justru aksi memungut sampah suporter Jepang itulah mengajarkan kita bahwa mereka memiliki jiwa tak hanya sekedar tampilan fisik untuk memberikan perlawana terakhir persis yang dilakukan Shinji Kagawa cs kepada Belgia di lapangan.
Suporter Jepang terus mengobarkan semangat kebenaran bahwa pertandingan sepakbola tetaplah sebuah pertandingan dengan semagat fair play dan menggunakan akal sehat lebih terhormat dibanding mengumbar emosi dan kemarahan saat mendapati kenyataan tim yang disayangi alami kekalahan.
Berita Terkait
-
4 Pemain Timnas Indonesia yang Berstatus Papa Muda, Dua di Antaranya Pemain Persib Bandung
-
Pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta, Luis Milla Punya Harapan untuk Bobotoh
-
Persiapan Terakhir Jelang Laga Besar Persib vs Persija Jakarta, Luis Milla: Kami Percaya Diri!
-
BRI Liga 1: Jamu Persija Jakarta, Berikut Prediksi Susunan Pemain Persib dalam Laga Bertajuk "El-Classico" di GBLA
-
Bertubi-Tubi, Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Balistik
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Kenapa John Herdman Tak Berada di Bench Timnas Indonesia? Disamakan dengan Luis Enrique
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
Profil Mitchell Baker Bomber Keturunan Semarang-Yogya Harapan Baru Timnas Indonesia
-
BGN Siapkan Sistem Digital, Orang Tua Bisa Pantau Menu MBG
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
RUU Sisdiknas Dikritik, Wewenang Menteri Pilih Rektor Dinilai Ancam Demokrasi Kampus
-
Review Voicemails for Isabelle: Sebuah Arti Ketulusan Cinta yang Sejati
-
Review Viva Peeling Serum, Harga Rp20 Ribuan tapi Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Jadi Andalan!