/
Jum'at, 04 November 2022 | 11:04 WIB
Zinedine Zidane | Bein Sports

Awam mendung tengah bergelayut di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Kekalahan 0-1 dari Leganes di ajang Copa del Rey 2019 jadi penyebabnya. Real Madrid terhenti di babak perempatfinal Copa del Rey. Klub semenjana jadi yang menghentikan laju El Real. 

Kondisi ini tentu tak bisa diterima pendukung Real Madrid. Perbandingan kekuataan antara Real Madrid dan Leganes di atas kertas bak langit dan bumi. Zinedine Zidane pun dianggap jadi orang yang paling bertanggungjawab karena hasil buruk ini. 

Mei 2021, Zinedine Zidane resmi dipecat oleh Real Madrid. Ini untuk kali kedua, pria Prancis itu pergi tinggal Bernabeu. Sejak dipecat hingga sekarang Zidane masih berstatus pengaguran. 

Padahal tiap awal musim kerap muncul namanya sebagai pelatih di sejumlah klub seperti Manchester United ataupun Chelsea. Tentu saja menjadi aneh jika Zidane sampai saat ini masih menganggur. 

Padahal jika melihat rekam jejaknya, Zidane ialah pelatih mumpuni. Berikut 3 hal positif dari eks pemain Monaco dan Juventus tersebut: 

Zidane pelatih yang berkarakter 

Meski memiliki sejumlah catatan buruk bersama Real Madrid, Zidane layak direkrut klub besar karena sejumlah faktor. Salah satunya soal karakter dirinya sebagai pelatih. 

Rata-rata skuat Real Madrid merasakan betul bagaimana Zidane membangun kekuatan pemain dengan polesan yang kuat. "Zidane sudah menangani tim ini dengan sangat baik," kata Dani Carvajal seperti dikutip dari Football Espana. 

Tidak hanya Carvajal, Cristiano Ronaldo pun menilai Zidane memiliki karakteristik kuat untuk bisa membawa Real Madrid sebagai juara. Hal senada juga sempat dilontarkan eks pemain Timnas Spanyol, Luis Garcia.

Baca Juga: 3 Fakta Zidane Iqbal, Gelandang Wonderkid Manchester United Berpeluang Lawan Timnas U-19

“Dengan Zidane, segalanya berjalan dengan baik di awal, seperti pada umumnya terjadi pada tim yang mengubah pelatih," kata Garcia seperti dikutip dari fourfourtwo.com

Pelatih yang belajar dari kesalahan 

Zidane bukan tipikal pelatih jumawa ataupun pelatih yang keras kepala dengan taktik. Zidane sepanjang musim melatih Real Madrid selalu memberikan terobosan anyar dan brilian pasca El Real alami kekalahan. 

Hal itu terlihat pada 25 Januari 2018, Real Madrid yang menang adu penalti di laga itu melawan Atletico Madrid menerapkan permainan yang berbeda. 

Cara yang dilakukan Real Madrid saat itu identik dengan apa yang sering dilakukan Atletico Madrid bersama Simeone. 

Zidane terbukti banyak belajar dari kekalahan Real dari Atletico Madrid di La Liga. Ia memilih untuk tidak bermain seperti Barcelona, Bayern, bahkan gaya Real Madrid itu sendiri. Zidane memilih untuk meniru apa yang dilakukan Atleti, dan itu berhasil mengantarkan Undecima bagi Real Madrid. 

Load More