Awam mendung tengah bergelayut di Santiago Bernabeu, kandang Real Madrid. Kekalahan 0-1 dari Leganes di ajang Copa del Rey 2019 jadi penyebabnya. Real Madrid terhenti di babak perempatfinal Copa del Rey. Klub semenjana jadi yang menghentikan laju El Real.
Kondisi ini tentu tak bisa diterima pendukung Real Madrid. Perbandingan kekuataan antara Real Madrid dan Leganes di atas kertas bak langit dan bumi. Zinedine Zidane pun dianggap jadi orang yang paling bertanggungjawab karena hasil buruk ini.
Mei 2021, Zinedine Zidane resmi dipecat oleh Real Madrid. Ini untuk kali kedua, pria Prancis itu pergi tinggal Bernabeu. Sejak dipecat hingga sekarang Zidane masih berstatus pengaguran.
Padahal tiap awal musim kerap muncul namanya sebagai pelatih di sejumlah klub seperti Manchester United ataupun Chelsea. Tentu saja menjadi aneh jika Zidane sampai saat ini masih menganggur.
Padahal jika melihat rekam jejaknya, Zidane ialah pelatih mumpuni. Berikut 3 hal positif dari eks pemain Monaco dan Juventus tersebut:
Zidane pelatih yang berkarakter
Meski memiliki sejumlah catatan buruk bersama Real Madrid, Zidane layak direkrut klub besar karena sejumlah faktor. Salah satunya soal karakter dirinya sebagai pelatih.
Rata-rata skuat Real Madrid merasakan betul bagaimana Zidane membangun kekuatan pemain dengan polesan yang kuat. "Zidane sudah menangani tim ini dengan sangat baik," kata Dani Carvajal seperti dikutip dari Football Espana.
Tidak hanya Carvajal, Cristiano Ronaldo pun menilai Zidane memiliki karakteristik kuat untuk bisa membawa Real Madrid sebagai juara. Hal senada juga sempat dilontarkan eks pemain Timnas Spanyol, Luis Garcia.
Baca Juga: 3 Fakta Zidane Iqbal, Gelandang Wonderkid Manchester United Berpeluang Lawan Timnas U-19
“Dengan Zidane, segalanya berjalan dengan baik di awal, seperti pada umumnya terjadi pada tim yang mengubah pelatih," kata Garcia seperti dikutip dari fourfourtwo.com
Pelatih yang belajar dari kesalahan
Zidane bukan tipikal pelatih jumawa ataupun pelatih yang keras kepala dengan taktik. Zidane sepanjang musim melatih Real Madrid selalu memberikan terobosan anyar dan brilian pasca El Real alami kekalahan.
Hal itu terlihat pada 25 Januari 2018, Real Madrid yang menang adu penalti di laga itu melawan Atletico Madrid menerapkan permainan yang berbeda.
Cara yang dilakukan Real Madrid saat itu identik dengan apa yang sering dilakukan Atletico Madrid bersama Simeone.
Zidane terbukti banyak belajar dari kekalahan Real dari Atletico Madrid di La Liga. Ia memilih untuk tidak bermain seperti Barcelona, Bayern, bahkan gaya Real Madrid itu sendiri. Zidane memilih untuk meniru apa yang dilakukan Atleti, dan itu berhasil mengantarkan Undecima bagi Real Madrid.
Berita Terkait
-
3 Fakta Zidane Iqbal, Gelandang Wonderkid Manchester United Berpeluang Lawan Timnas U-19
-
Zinedine Zidane Tak Pusingkan Kontroversi Piala Dunia 2022 Qatar, Dukung Prancis Jadi Kampiun Lagi
-
Zinedine Zidane Akan Kembali Jadi Pelatih, di Klub Apa?
-
Seruan Boikot Piala Dunia 2022 Qatar, Ini Respons Zinedine Zidane
-
Raih Ballon dOr, Karim Benzema: Saya Tak Selevel dengan Zidane dan Ronaldo
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting