/
Kamis, 14 September 2023 | 22:05 WIB
Alfeandra Dewangga (Instagram/@Alfeandradewangga)

PSIS Semarang merasa kebaratan dengan bannyaknya pemain mereka yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Setelah sebelumya, tiga pemain dan dua pelatih PSIS, kali ini Alfeandra Dewangga dipanggil untuk persiapan Asian Games ke-19 Hangzhou. 

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi merasa keberatan jika sampai terlalu banyak pemainnya dipanggil untuk membela Timnas Indonesia. Hal ini tentu saja disebabkan kepentingan klub di kompetisi BRI Liga 1. 

“Kami kembali menerima surat untuk pemanggilan Dewangga untuk Asian Games. Pada prinsipnya seperti pemanggilan sebelumnya kami mendukung," ucap Yoyok seperti dikutip dari laman resmi klub. 

"Namun ini terlalu banyak karena ada empat pemain dan dua pelatih. Maka dari itu, kami saat ini masih menunggu siapa saja pemain PSIS yang fix berangkat ke Cina," jelasnya. 

Berdasarkan surat resmi dari PSSI dengan nomor 3611/AGB/554/IX-2023, Dewangga akan melakoni TC di Jakarta sebelum berangkat ke Cina. 

Sebelumnya, Pelatih tim U-24 Indonesia, Indra Sjafri membawa 22 pemain untuk tampil di Asian Games 2023. Indonesia tergabung di Grup F bersama Korea Utara, Kirgistan, dan Taiwan. 

"Kami telah melakukan pembicaraan dengan pelatih klub-klub di Indonesia. Negosiasi itu juga berjalan baik dan kita membawa 22 pemain. Kami menyadari Asian Games bukan agenda FIFA. Itu sebabnya kami mengambil langkah terbaik berdiskusi dengan pelatih-pelatih klub untuk mencari win win solution, " kata Indra Sjafri seperti dikutip dari laman resmi PSSI. 

Sementara itu, Sekjen PSSI, Yunus Nusi menambahkan bahwa PSSI menyadari klub-klub juga membutuhkan pemain-pemain untuk berlaga di kompetisi Liga 1. Apalagi, Liga 1 kini sedang berlangsung seru.

"Tetapi, timnas Indonesia juga membutuhkan pemain-pemain tersebut untuk segera bergabung. Solusinya akan ada pemain yang menyusul untuk bergabung ke Tiongkok setelah bertanding bersama klub mereka di akhir pekan ini, "

Baca Juga: Buntut Rusuh Suporter di Stadion Jatidiri, Persib dan PSIS Dihukum FIFA, Benarkah?

Load More