Suara.com - Meski telah lewat sepekan Chelsea menumbangkan Liverpool di Anfield, taktik yang diterapkan Manajer Chelsea Jose Mourinho masih menjadi perhatian banyak orang, tidak terkecuali pelatih Denmark Morten Olsen. Permainan Chelsea di kandang The Reds, ditanggapi Olsen negatif.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Ekstra Bladet, Olsen mengkritik keras taktik Mourinho. Bahkan dia menilai taktik tersebut membahayakan dunia sepak bola.
"Di dunia saya Mourinho adalah sosok yang berbahaya bagi sepak bola. Jika banyak pelatih yang meniru taktik tersebut, maka permainan sudah mati," kata pelatih 64 tahun.
"Bayangkan jika semua orang bermain sepak bola seperti Mourinho. Pertandingan pasti akan membosankan, dan saya tidak akan menonton pertandingan lagi," tambahnya.
Olsen juga menilai Chelsea hanya membuang-buang uang jika taktik Mourinho tersebut menjadi andalan The Blues di partai besar. Olsen menganggap Mou membuang-buang uang dengan tidak memainkan pemain-pemain yang dibeli mahal dari klub lain.
"Sayang Mourinho hanya bisa bermain bertahan. Klub telah mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan pemain-pemain bagus. Maka gunakan mereka!" tukas Olsen.
Melakoni laga krusial di Anfield pada akhir bulan lalu, Mourinho menerapkan permainan bertahan. Meski menang 0-2, gaya permainan Chelsea menuai kritik. Kemenangan Chelsea tersebut juga mengubah skenario perebutan gelar Liga Premier musim ini bagi Liverpool. (Soccerway)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan