Suara.com - Legenda dunia Sepak Bola Brasil Edson Arantes do Nascimento atau yang lebih dikenal dengan nama Pele, menyesalkan kondisi yang terjadi di Brasil jelang digelarnya Piala Dunia 2014. Pele menyebut kondisi di negerinya saat ini sebagai hal yang sangat memalukan.
Kurang dari satu bulan jelang digelarnya pesta sepak bola empat tahunan, sejumlah stadion yang akan menjadi lokasi digelarnya sejumlah pertandingan Piala Dunia belum selesai dibangun. Hingga saat ini ada tiga stadion yang belum selesai dibangun, yaitu: Itaquerao, Cuiba Arena dan Curitiba Arena.
Pele mengatakan, keterlambatan tersebut disebabkan situasi politik dan korupsi yang tumbuh subur di negeri itu.
"Situasi politik sangat sulit. Situasi tersebut mengkhawatirkan saya," kata Pele.
"Terjadi keterlambatan dalam pembangunan stadion. Hal itu tidak bisa diterima dan sangat memalukan," tegasnya.
Selain itu, maraknya aksi unjuk rasa yang terjadi hingga saat ini juga membuat Pele khawatir. Pasalnya, aksi kekerasan yang kerap mewarnai unjuk rasa dapat membahayakan turnamen yang akan segera digelar.
"Unjuk rasa menentang korupsi di stadion-stadion yang masih dalam tahap pembangunan masih bisa dipahami. Akan tetapi tidak dengan aksi kekerasan. Saya menyalahkan para koruptor," tukasnya. (FIFA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat
-
Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar
-
Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK
-
Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga
-
Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
-
Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi
-
Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla
-
Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo
-
Aktor Utama di Luar Negeri, Bareskrim Endus Pola Canggih Penyelundupan Narkoba Jalur Laut
-
Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target