Suara.com - Bahan kimia beracun ditemukan pada barang-barang olahraga bertema Piala Dunia 2014. Barang-barang tersebut dibuat oleh tiga produsen perlengkapan olahraga internasional.
Laporan tersebut diungkap oleh Greenpeace, organisasi pecinta lingkungan hari Senin (19/5/2014). Greenpeace mengaku membeli sejumlah barang buatan tiga produsen tersebut di 16 negara dan benua di seluruh dunia dan melakukan uji coba atas barang-barang tersebut sejak bulan Maret hingga Mei.
Greenpeace mendapati temuan bahwa 81 persen dari tiga merek sepatu bola dan 35 persen dari tiga merek kaos bola memiliki kadar residu kimia. Residu kimia tersebut antara lain plasticizer dan Perfluorinated Compounds (PFC).
Dari uji coba tersebut diketahui bahwa sebuah sepatu buatan salah satu produsen punya indeks asam perfluorooctanoic 15 kali lebih banyak dibanding kandungan standar asam tersebut. Menurut laporan Greenpeace tersebut, asam perfluorooctanoic (PFOA) kerap dipakai untuk membuat bahan tekstil menjadi tahan air dan sulit teruraikan. Pada kontak jangka panjang, menurut laporan tersebut, bahan kimia itu dapat berdampak pada kesuburan.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa uji coba PFOA pada binatang dapat menyebabkan kanker. Menurut Li Yifang, direktur proyek pencegahan polusi di Greenpeace, mengatakan, penggunaan bahan kimia itu saat ini dilarang di sejumlah negara dan wilayah, termasuk Norwegia. Sejumlah perusahaan mengaku sudah tidak lagi menggunakan bahan kimia tersebut dalam produksi.
Lebih lanjut, Greenpeace menyarankan konsumen dan penggemar klub sepakbola untuk tidak membeli barang-barang yang mengandung bahan kimia. Greenpeace juga mendesak ketiga produsen tersebut untuk mengungkap informasi soal bahan kimia beracun itu pada produk mereka. Mereka juga didesak untuk membuat target waktu penghentian penggunaan bahan kimia tersebut dalam produksi mereka. (Asia One)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions
-
Link Streaming Final Liga Champions, Arsenal Kejar Sejarah PSG Pertahankan Takhta
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
Head to Head Luis Enrique vs Klub Inggris: Arsenal Jadi Korban Terbaru?
-
Wasit Final Liga Champions Daniel Siebert: Klub Inggris Lebih Sering Menang, PSG Waspada