Suara.com - Tim Indonesia U-19 bermain sama kuat dengan tamunya, Lebanon U-19. Hingga pertandingan berakhir skor tetap imbang 0-0 dalam laga ujicoba yang digelar di stadion Manahan, Solo, Rabu (28/5/2014) malam.
Indonesia sudah menekan Lebanon lewat Ilham Udin Armaiyn di awal laga namun belum membahayakan gawang lawan. Tekanan terus dilakukan oleh tim Garuda Jaya meski demikian masih belum membuahkan hasil.
Sementara Lebanon mencoba mencari peluang lewat serangan balik. Pada menit ke-29, sebuah tendangan bebas Evan Dimnas gagal dimanfaatkan oleh Muhclis Hadi Ning setelah bola hasil sontekannya masih membentur tiang gawang.
Lebanon juga sempat menekan di menit ke-33 namun sepakan pemain lawan masih melebar dari gawang Indonesia yang dikawal Awan Setho. Dua menit kemudian Paulo Sitanggang mencoba melepaskan tendangan keras namun masih melambung.
Peluang kembali dimiliki Indonesia di menit ke-43 lewat tendangan Hansamu Yama ke arah gawang. Namun sepakannya terlalu lemah sehingga bola dengan mudah bola ditangkap kiper Mostafa Matar.
Serangan terus dilancarkan Indonesia namun hingga turun minum belum ada gol yang tercipta.
Sebuah peluang sudah dibuka oleh para pemain Indonesia di awal babak kedua. Sebuah umpan ke depan gawang Lebanon lebih dulu disapu oleh kiper Mostafa Matar sebelum didapatkan oleh pemain Indonesia.
Pada menit ke-ke-53 sebuah peluang yang baik dimiliki oleh Indonesia namun tendangan keras Evan Dimas masih melambung di atas mistra gawang Lebanon. Lagi Evan Dimas membuang peluang setelah tendangannya masih menyamping di menit ke-61.
Paulo kembali membuang peluang di menit ke-72 setelah sudah berhadapan dengan kiper Mostafa namun bola dapat disapu pemain lawan. Pada menit ke-77 sempat terjadi kemelut di depan gawang Lebanon dan wasit memberikan kartu merah kepada Husein Zein.
Tendangan keras kaki kanan Evan Dimas juga masih belum membuahkan hasil setelah berada di samping gawang. Paulo kembali nyaris mencetak gol setelah sepakan kaki kirinya masih membentur tiang gawang di menit ke-85.
Meski Indonesia masih menekan hingga menit terakhir namun tidak ada gol yang tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjang.
Tag
Berita Terkait
-
Tanpa Matthew Baker dan Mierza? Bongkar Alasan Dua Pilar Utama Absen di Timnas U-19 Jelang AFF 2026!
-
Indra Sjafri dan Perjalanan Pengabdian 14 Tahun untuk Tanah Air yang Berakhir Antiklimaks
-
AFF Womens Championship U-19 2025: Indonesia Tergabung di Grup Neraka
-
Usai Kandaskan Argentina, Seharusnya Thailand Bukan Lawan yang Sulit bagi Timnas Indonesia U-19
-
Timnas Indonesia U-19 yang Sekarang Memang Beda, Simak 4 Fakta Menarik yang Mereka Miliki!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sabri Lamouchi dan 2 Pelatih yang Dipecat di Tengah Piala Dunia
-
FIFA Didesak Pecat Shaun Evans Usai Tunjukkan Gestur Supremasi Kulit Putih
-
Kalah 5-1, Tunisia Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026
-
Amunisi Baru PSIS Semarang, Syahrian Abimanyu Resmi Berseragam Laskar Mahesa Jenar
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Kondisi Terkini Lamine Yamal Jelang Timnas Spanyol Hadapi Cape Verde
-
Aksi Suporter Timnas Jepang di Piala Dunia 2026 Ini Bikin Salut
-
Piers Morgan: Cuma Negara Ini yang Mampu Hentikan Timnas Inggris Jadi Juara Piala Dunia 2026
-
Jurnalis Belanda Kritik Sepak Bola Indonesia, Sebut Skuad Garuda Jadi Alat Politik Penguasa
-
3 Edisi Selalu Tepat, Matematikawan Jerman Prediksi Belanda Juara Piala Dunia 2026