Suara.com - Lionel Messi menjawab keraguaan setelah mengakhiri puasanya golnya setelah menjebol gawang Bosnia Herzegovina 2-1. Namun bagi Messi yang terpenting adalah Argentina bisa meraih kemenangan.
Messi memang menjadi sorotan saat melakoni laga pertama Argentina di Piala Dunia 2014 menghadapi Bosnia. Maklum bintang Argentina ini terakhir mencetak gol di ajang Piala Dunia yaitu pada 2006.
La Pulga mencetak gol pamungkas Albiceleste di menit 88 saat mencukur Serbia-Montenegro 6-0 di laga kedua Argentina di Grup C Piala Dunia 2006. Setelah hampir delapan tahun berlalu, Messi baru dapat mencetak gol.
Messi menunjukkan kelasnya saat mencetak gol penentu kemenangan Argentina 2-1 di menit ke-65. Gol bunuh diri Sead Kolasinac di menit ke-3 juga terjadi lewat tendangan bebas yang dilepaskan Messi.
Meski demikian, Messi menegaskan bahwa dia melakukan itu bukan hanya karena menjawab kritikan kepadanya. Namun yang terpenting bagi Messi adalah bisa memberikan Tim Tango kemenangan, khususnya di laga pertama.
"Yang paling penting adalah (Argentina) mengawalinya dengan kemenangan dan bisa mendapatkan tiga poin. Namun kami masih perlu untuk memperbaikinya," kata Messi yang juga menjadi man of the match dalam laga tersebut. (Reuters)
Berita Terkait
-
Pilpres Barcelona Memanas! Victor Font Serang Laporta, Lionel Messi Jadi Bahan Kampanye
-
Tajam! Fabio Capello Sebut Cristiano Ronaldo Tak Punya Otak Jenius seperti Messi
-
Lionel Messi Cedera Hamstring, Pertandingan Inter Miami Ditunda
-
Valuasi Inter Miami Tembus Rp23,4 Triliun, Geser LAFC dari Puncak MLS
-
Profil Lengkap Jean Mota Dirigen Anyar Persija Jakarta: Rekan Messi, Musuh Maarten Paes
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Tembus Perbatasan Asia Tenggara, Uni Papua FC Bawa Misi Perdamaian Lewat Diplomasi Olahraga
-
John Herdman Tatap Piala Asia 2027, Semua Laga 2026 Jadi Batu Loncatan Timnas Indonesia
-
Analisis Toni Ho: Ada Celah bagi Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026