-
Lionel Messi mengalami cedera paha kiri saat membela Inter Miami melawan Philadelphia Union.
-
Sang kapten cedera akibat menolak istirahat demi menjaga ritme bertanding menjelang Piala Dunia.
-
Tim medis masih melakukan pemeriksaan untuk menentukan tingkat keparahan cedera otot tersebut.
Suara.com - Ancaman nyata kini membayangi tim nasional Argentina setelah kapten mereka, Lionel Android Messi, terpaksa menyudahi laga lebih cepat akibat masalah pada kaki kirinya. Ketakutan global mencuat tepat saat pesta sepak bola terbesar sejagat, Piala Dunia 2026, sudah berada di depan mata.
Kemenangan besar Inter Miami CF dengan skor 6-4 atas Philadelphia Union seolah kehilangan arti bagi para penggemar. Fokus publik kini sepenuhnya tertuju pada kondisi kebugaran sang megabintang yang mendadak rapuh.
Momen kecemasan itu lahir pada menit ke-70 ketika Messi terlihat memegang paha kiri bagian atas dan meminta digantikan. Isyarat tersebut memicu kekhawatiran besar lantaran pemilik delapan Ballon d'Or ini sangat jarang meminta keluar lapangan di tengah laga.
Aspek fisik selalu menjadi teka-teki terbesar bagi Messi untuk bisa memimpin Albiceleste mempertahankan gelar juara. Kepastian namanya masuk dalam daftar 26 pemain Argentina kini bergantung penuh pada hasil pemeriksaan medis menjelang tenggat waktu FIFA.
"Saya ingin berada di sana. Merasa baik dan menjadi bagian penting untuk membantu tim nasional saya, jika saya ada di sana," ujar Messi pada Oktober lalu. "Saya akan menilainya dari hari ke hari ketika memulai pramusim tahun depan bersama Inter [Miami] dan melihat apakah saya benar-benar bisa 100%."
Sebelum insiden ini terjadi, Messi sebenarnya sempat terbebas dari masalah kebugaran selama beberapa bulan terakhir. Dirinya bahkan melakoni porsi latihan ekstra berat di luar agenda klub demi menjaga ketahanan fisiknya.
Gelandang Argentina, Rodrigo De Paul, sempat membongkar ambisi besar mereka yang rela berlatih dua kali sehari secara mandiri. Langkah ekstrem ini diambil demi memastikan tubuh mereka siap menghadapi tensi tinggi turnamen musim panas.
"Dua dan tiga bulan lalu kami mulai mengikuti rejimen latihan harian di atas dan di luar apa yang kami lakukan di klub," kata De Paul dalam sebuah wawancara. "Kami berdua berjuang mati-matian untuk memastikan kami berada dalam kondisi fisik terbaik. Kami berkomitmen pada jadwal dua kali sehari dengan pelatih kami, dan kami benar-benar bekerja keras..."
Tim kepelatihan Inter Miami sebenarnya sudah berupaya keras membatasi menit bermain Messi demi mencegah kelelahan ekstrem. Pengaturan ketat ini sempat membuat sang kapten diistirahatkan dalam beberapa laga domestik sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal MetLife Stadium, Venue Megah Final Piala Dunia 2026
"Kami telah memainkan banyak pertandingan belakangan ini -- Rabu, Sabtu," tutur mantan asisten pelatih, Javier Morales, kala itu.
Ketika bintang dunia lain memilih absen di laga terakhir liga demi keselamatan, Messi justru mengambil langkah sebaliknya. Dia menolak opsi aman dan memilih tampil sejak menit pertama demi menjaga ritme kompetisinya.
"Bahkan jika [istirahat] tampaknya lebih baik, bagi saya itu lebih buruk karena saya perlu bersaing," ucap Messi pada Juli 2025. "Secara fisik saya merasa lebih baik jika semakin banyak pertandingan yang saya mainkan dan masuk ke dalam ritme."
Dampak dari keputusan itu langsung terlihat lewat kontribusi magisnya yang membuahkan dua umpan matang di babak pertama. Namun, hujan deras yang mengguyur lapangan di paruh kedua mengubah arena pertandingan menjadi sangat berisiko.
Satu terpeleset di lapangan yang licin diduga menjadi pemicu utama otot paha Messi mengalami kontraksi berlebih. Cedera ini memaksa tim medis berpacu dengan waktu untuk memeriksa tingkat keparahan struktur ototnya.
Pelatih interim Inter Miami, Guillermo Hoyos, berdalih bahwa keputusan menarik keluar Messi murni karena faktor kelelahan ekstrem. Kondisi lapangan yang berat membuat tim tidak ingin mengambil risiko yang jauh lebih fatal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
3 Klub Pemain Timnas Indonesia yang Berhasil Amankan Tiket Kompetisi Eropa
-
Timnas Indonesia Dibagi Dua Tim? John Herdman Bahas Strategi Khusus Jelang AFF dan FIFA Matchday
-
Florian Wirtz Tolak Beban Status Favorit Timnas Jerman di Piala Dunia 2026, Panggung Tebus Dosa
-
Erling Haaland Ambisi Akhiri Kutukan 26 Tahun Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Sesumbar Mauricio Souza: Janji Bawa Persija Juara Super League Musim Depan
-
Dony Tri Pamungkas Buka Peluang Abroad, Legia Warszawa Masih Memantau?
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026
-
Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907
-
Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat