Suara.com - Sulley Muntari dan Kevin Prince Boateng dikeluarkan dari skuad Ghana di Piala Dunia 2014. Keduanya dicoret karena alasan indisipliner. Muntari (29 tahun) dituduh menterang anggota manajemen Moses Armah sedangkan Boateng dinilai telah menyerang pelatih Kwesi Appiah dengan kalimat yang kasar.
“Keputusan diambil karena mereka Muntari melakukan serangan fisik kepada anggota Komite Eksekutif Federasi Sepak Bola Ghana Moses Armah pada 24 Juni dalam sebuah rapat,” kata Federasi Sepak Bola Ghana dalam keterangan tertulis.
Sedangkan Boateng dicoret karena melakukan serangan verbal kepada pelatih saat sesi latihan di Maceio minggu ini. Boateng juga tidak memperlihatkan penyesalan atas tindakannya sehingga akhirnya sanksi dijatuhkan.
Sanksi itu langsung berlaku ketika diputuskan. Dengan demikian, akreditasi dua pemain itu dicabut sehingga tidak bisa lagi memasuki area untuk pemain. Ghana masih akan menghadapi Portugal nanti malam. Mereka harus menang dan berharap Jerman atau Amerika bisa meriah kemenangan sehingga bisa lolos ke babak 16 besar.
Dalam dua pertandingan Ghana di babak penyisihan, Muntari selalu tampil sebagai pemain inti sedangkan Boateng bermain dari bangku cadangan. Ghana baru meraih satu angka ketika menahan imbang Jerman 2-2. (AFP/Goal)
Berita Terkait
-
Inggris vs Norwegia: Tuah Dukun Afrika Melawan Pasukan Viking yang Tersisa
-
Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana
-
Prediksi Kolombia vs Ghana: Adu Taktik dan Lini Siapa yang Lolos 16 Besar?
-
Deretan Keputusan Kontroversial VAR Selama Piala Dunia 2026: Gol Iran Dianulir
-
Tertangkap Aksi Tutup Mulut, Ini Alasan Jude Bellingham Tak Dikartu Merah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter
-
Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup
-
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
-
10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan
-
Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar
-
Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen
-
3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium
-
Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974
-
Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing
-
Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi