Suara.com - Di tengah performanya yang masih belum memuaskan, striker Liverpool Mario Balotelli kembali tersandung masalah. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjatuhkan sanksi kepada Balotelli atas postingannya di media sosial.
"Dikatakan pemain Liverpool melanggar Peraturan FA E3 atas posting penghinaan dan atau menghina dan atau tidak pantas," ujar FA dalam situs resmi mereka.
Pemain internasional Italia dinilai telah melanggar peraturan FA. Sebenarnya Super Mario telah meminta maaf atas postingannya itu dan telah menghapusnya.
"Lebih lanjut postingan itu 'semakin memperburuk' seperti tercantum dalam Peraturan FA E3 yang mencakup referensi soal etnis dan atau warna kulit dan atau ras dan atau suku bangsa dan atau agama atau kepercayaan.
Balotelli diberi kesempatan untuk menanggapi tuduhan itu hingga 15 Desember.
Sebelumnya Balotelli memposting gambar tokoh kartun video game Super Mario Bros. di akun Instagram. Dia memberi judul postingannya 'Jangan Bertindak Rasis'.
Mantan striker AC Milan itu menyertakan tulisan di bawah gambar. Tulisan itu berbunyi 'Jadilah seperti Mario. Dia Tukang Pipa yang dibuat orang Jepang, berbicara seperti orang Inggris, dan sosoknya seperti orang Meksiko.Melompat seperti orang kulit hitam dan mengambil koin seperti orang Yahudi’.
Kalimat terakhir postingan Balotelli itu menuai kontroversi karena dinilai rasis dan antisemit. FA kemudian turun tangan untuk melakukan penyelidikan. (Reuters)
Berita Terkait
-
Liverpool Pertimbangkan Maghnes Akliouche sebagai Alternatif Lebih Murah untuk Bradley Barcola
-
Elkan Baggott Resmi Gabung Millwall, Direktur Klub Ungkap Alasan Rekrut Bek Timnas Indonesia
-
Andoni Iraola Tebar Janji untuk Liverpool: Main Menyerangn dengan Intensitas Tinggi
-
Era Xabi Alonso Dimulai! Chelsea Boyong Bek Terbaik Serie A Marco Palestra
-
Video 5 Gol Free Kick Terbaik Lionel Messi: 71 Gol Lewat Tendangan Bebas
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen
-
Pencuri Ayam di Bali Tewas Diamuk Massa di Depan Anaknya, KSP: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita!
-
Jangkau Wilayah Pelosok NTT, BRI Salurkan 82 Persen Total KUR di Nusa Tenggara Timur
-
Usai Bikin Menteri Pendidikan Mundur, Gerakan Kecoak Bakal Tumbangkan PM India?
-
Bocoran Jadwal CPNS 2026, Menpan RB Ungkap Ketentuan Pembukaan Seleksi
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
QRIS dan BI-FAST Jadi Senjata Perkuat UMKM, BI Dorong Pembiayaan Produktif
-
PSSI Harap-Harap Cemas! Klub Belum Kasih Izin, Justin Hubner Absen Bela Timnas Indonesia?