Suara.com - Pelatih tim nasional Jepang, Javier Aguirre, gelandang Manchester United, Ander Herrera, kapten Atletico Madrid, Gabi, dan 38 orang lainnya diduga terlibat kasus pengaturan skor dalam sebuah laga di kompetisi La Liga musim 2010/11.
Jaksa anti-korupsi Spanyol, pada Senin (15/12/2014), mengajukan gugatan terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam laga Real Zaragoza kontra Levante ke pengadilan Valencia. Diduga ada skenario untuk memenangkan Zaragoza dalam laga itu agar klub tersebut terhidar dari degradasi.
Adapun dalam laga yang berlangsung di akhir musim 2010/11 itu, Zaragoza menang dengan skor 2-1 atas Levante dan berhasil bertahan di divisi utama La Liga.
Ketika itu Aguirre adalah pelatih Zaragoza, sementara Herrera adalah pemain klub tersebut. Dua gol dalam laga yang digelar di kandang Levante itu dicetak oleh Gabi, yang ketika itu masih berseragam Zaragoza.
Mantan Presiden Klub Zaragoza, Agapito Iglesias juga termasuk dalam orang yang diduga terlibat dalam pengaturan skor.
Dalam gugatan itu kejaksaan anti-korupsi Spanyol mengatakan bahwa para pemain Levante menerima bayaran sebesar 965.000 euro (sekitar Rp15,4 miliar) untuk sengaja mengalah dalam laga itu.
Uang sogokan itu ditransfer Zaragoza ke rekening para pemain dan stafnya, termasuk Aguirre, Herrera, dan Gabi. Mereka kemudian menarik uang tersebut dan memberikannya dalam bentuk tunai ke para pemain Levante.
Aksi pengaturan skor, terutama ketika memasuki masa persaingan untuk terhindar dari degradasi di akhir musim, diduga marak terjadi di Spanyol. Mantan Presiden Deportivo La Coruna, Augusto Cesar Landoiro, yang klubnya didegradasi pada musim 2010/11, pernah mengatakan bahwa pengaturan skor sudah lazim terjadi di La Liga.
Isu pengaturan skor menjadi sorotan pada Februari tahun lalu, ketika penegak hukum mengatakan telah menemukan ratusan bukti adanya pengaturan skor di level klub dan tim nasional yang terkait dengan penipuan berkedok judi bola yang dioperasikan dari Singapura. (Reuters)
Berita Terkait
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Latihan Timnas Belanda Memanas, Eks Striker Manchester United Hajar Rekan Sampai Cedera
-
Sadio Mane Ungkap Pernah Sepakat Gabung Manchester United, Kini Buka Peluang Kembali ke Liga Inggris
-
Piala Dunia 2026 Sedang Panas, Ryan Giggs Pilih Basah-basahan dengan Wanita Muda
-
Roy Keane di Balik Layar: Keluarga Tertutup dan Menantu Kontroversial
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey