Suara.com - Dalam beberapa musim terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi adalah dua nama yang kerap bersanding berebut gelar pemain terbaik dunia.
Persaingan mega bintang Real Madrid dan Barcelona tersebut tidak hanya terjadi di La Liga, akan tetapi juga di Liga Champions Eropa. Sebuah fakta yang membuat keduanya pantas disebut sebagai pemain terbaik yang ada di jagad sepak bola saat ini.
Namun, eks punggawa Real Madrid, Luis Figo, melontarkan nada berbeda. Pemain asal Portugal mengatakan bahwa Ronaldo dan Messi bukanlah yang terbaik. Karena selama dua dekade beraksi di lapangan hijau, Figo mengaku telah bermain dengan banyak pemain yang dinilai lebih hebat.
Menurutnya, nama Ronaldo dan Messi seakan menjadi lebih besar dari nama pemain lain karena terjadinya monopoli di La Liga. Yaitu persaingan antara Real Madrid dan Barcelona.
"Saya pikir seperti ada monopoli di La Liga. Yaitu persaingan dua tim terkuat sepanjang masa, Real Madrid dan Barcelona," tukas Figo.
"Messi dan Cristiano membuat perbedaan (antara klub-klub yang bersaing di La Liga) semakin jelas," tambahnya.
"Saya memiliki masa-masa indah bermain dengan para pemain hebat, baik sebagai kawan ataupun lawan, yang mungkin lebih baik dari Cristiano dan Messi," tambahnya lagi.
Kentalnya persaingan antara Ronaldo dan Messi memang berlangsung sejak tahun 2008, saat Ronaldo meraih penghargaan Ballon d'Or pertamanya dan Messi keluar sebagai runner-up. Selepas tahun itu, kedua pemain tersebut pun berebut gelar pemain terbaik dunia. Bahkan hingga saat ini. (Football Espana)
Berita Terkait
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
-
Kejutan Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Vozinha Gusur Unai Simon, Spanyol dan Prancis Dominan
-
Bocor! Video Ruang Ganti Argentina Sebelum Dihajar Spanyol, Pesan Messi Diabaikan Rekan-rekannya
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
2.400 Konsumen LRT City Belum Terima Apartemen, Pemerintah Diminta Turun Tangan
-
Prabowo, SBY, dan Jokowi Duduk Semeja, Ajudan Ungkap Isi Obrolan Singkat Mereka
-
Stop Romantisasi Orde Baru: Membaca Ulang Krisis 1998
-
Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin
-
Dugaan Pencurian Ayam di Bali Renggut Nyawa, DPR: Literasi Hukum Masyarakat Harus Ditingkatkan
-
Antisipasi Rencana Aksi Balasan, 200 TNI-Polri Bersiaga di Jalan Tambak Pascabentrokan Maut
-
Gak Ada Takut-takutnya, Benjamin Netanyahu ke Sidang Umum PBB Meski Terancam Ditangkap
-
Dialami Nanik S Deyang, Benarkah Stres Bisa Sebabkan Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter
-
Tren Lari Baru di Jakarta, Padukan Olahraga dan Budaya Kuliner Nusantara
-
Serangan Rudal Iran Terancam Melebar ke Laut Kaspia karena Ulah Ukraina Ini