Suara.com - Tim nasional Indonesia mulai menjalani persiapan akhir menghadapi kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 27-31 Maret.
Pada latihan Selasa (24/3), Pelatih Aji Santoso tidak memberikan porsi latihan berat. Mantan pelatih Persebaya itu hanya memberikan materi permainan dengan melibatkan semua pemain.
Pemain yang menjalani pemusatan latihan kurang lebih satu bulan terakhir ini terlihat begitu tenang menjalankan semua instruksi pelatih. Bahkan, pemain cukup serius dalam menjalani games yang melibatkan semua pemain.
"Latihan ini hanya untuk menjaga kondisi pemain supaya mental dan semangat bertanding mereka terus ada. Apalagi pertandingan sudah dekat," kata Aji Santoso usai latihan.
Menurut dia, meski hanya menggelar latihan ringan pihaknya tetap memberikan materi penyelesaian akhir yang selama ini menjadi kendala saat Timnas Garuda Muda menjalani pertandingan. Selama ini produktivitas gol masih rendah.
Untuk itu, kata dia, pihaknya tidak hanya fokus untuk menyiapkan pemain depan, namun juga mengenjot pemain dari posisi lain untuk mampu mencetak gol. Bahkan, pihaknya juga fokus memaksimalkan tendangan bola-bola mati.
"Penyelesaian akhir terus kami pertajam. Kami berharap semua pemain bisa berpartisipasi maksimal pada pertandingan nanti," kata pelatih asal Malang, Jawa Timur itu.
Timnas Garuda Muda pada pertandingan pertama kualifikasi Piala AFC U-23 Grup H akan berhadapan dengan Timor Leste, Jumat (27/3) dan disusul menghadapi Brunei Darussalam, Minggu (29/3) serta terakhir menghadapi Korea Selatan, Selasa (31/3).
Sementara dari tiga calon lawan Indonesia yang telah tiba di Jakarta baru Korea Selatan. Bahkan, anak asuh Shin Tae-yong telah menjalani pemusatan latihan sejak beberapa hari yang lalu. Hal ini dilakukan untuk adaptasi dengan kondisi Jakarta. (Antara)
Berita Terkait
-
Kaleidoskop Timnas U-23: Batal Juara AFF Cup Hingga Gagal di Sea Games 2025
-
PSSI Target Timnas Raih Emas Sea Games 2025, Indra Sjafri Justru Pesimis!
-
Sea Games 2025: Tak Pasti Diperkuat Pemain Diaspora, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia U-23?
-
Tunjuk Timnas U-23 di Ajang FIFA Matchday, Langkah Bijak atau Blunder PSSI?
-
Sea Games 2025: Menanti Kembali Tuah Indra Sjafri di Kompetisi Level ASEAN
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Inter Milan Tunggu Lampu Hijau Cancelo, Al-Hilal Siap Tanggung Sebagian Gaji
-
Profil Marco Ottolini Direktur Olahraga Juventus yang Baru Ditunjuk, Orang Lama Bianconeri
-
Persik Kediri vs Persib Bandung Resmi Digelar di Stadion Brawijaya, Bobotoh Dilarang Datang
-
Hansi Flick Pastikan Lamine Yamal dan Dani Olmo Siap Tampil di Derby Barcelona
-
Ruben Amorim Tantang Pemain Muda Manchester United Hadapi Atmosfer Panas Elland Road
-
Detik-detik Emosi Donnarumma Meledak Usai City Ditahan Sunderland, Pep Guardiola Turun Tangan
-
Presiden PSG Untuk Ketiga Kalinya Bebas: Kasus Korupsi Nasser Al-Khelafi Gugur di Pengadilan Swiss
-
Rp 21 Triliun! Komisi Agen Pemain 2025 Meledak 90%, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Lothar Matthaus: Jamal Musiala dan Wirtz Kunci Kebangkitan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Bekukan Timnas Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang Lawan Balik