Pemain Barcelona Lionel Messi dan Luis Suarez merayakan gol ke gawang Almeria di Camp Nou, (8/4) REUTERS/Albert Gea
Luis Suarez baru-baru ini membeberkan salah satu alasan kepindahan dirinya ke Barcelona. Pemain asal Uruguay mengaku bahwa dirinya merapat ke Camp Nou demi peluang menjuarai Liga Champions.
Seperti diketahui, musim lalu Suarez nyaris membawa Liverpool menjuarai Liga Premier Inggris. Namun usai gelaran Piala Dunia, Suarez memilih hengkang dan bergabung dengan Barcelona.
"Tentu saja. Barcelona selalu menjadi kandidat kuat untuk menjuarai Liga Champions," tukas Suarez.
"Itulah salah satu alasan (kepindahan) saya ke sini. Karena di klub sebelumnya saya tidak memiliki peluang besar untuk memenangkan trofi kompetisi Eropa," sambungnya.
"Bermain di tim seperti ini, di mana semua pemain berhasrat memenangkan semua pertandingan dan kompetisi, adalah tanda untuk bisa meraih gelar seperti Liga Champions, La Liga dan kompetisi lainnya," sambungnya lagi.
Berseragam Barcelona, Kamis (16/4/2015) dini hari WIB, Suarez akan segera mencicipi babak perempat final Liga Champions. Di babak perempat final, Barcelona akan menghadapi PSG. (Soccerway)
Seperti diketahui, musim lalu Suarez nyaris membawa Liverpool menjuarai Liga Premier Inggris. Namun usai gelaran Piala Dunia, Suarez memilih hengkang dan bergabung dengan Barcelona.
"Tentu saja. Barcelona selalu menjadi kandidat kuat untuk menjuarai Liga Champions," tukas Suarez.
"Itulah salah satu alasan (kepindahan) saya ke sini. Karena di klub sebelumnya saya tidak memiliki peluang besar untuk memenangkan trofi kompetisi Eropa," sambungnya.
"Bermain di tim seperti ini, di mana semua pemain berhasrat memenangkan semua pertandingan dan kompetisi, adalah tanda untuk bisa meraih gelar seperti Liga Champions, La Liga dan kompetisi lainnya," sambungnya lagi.
Berseragam Barcelona, Kamis (16/4/2015) dini hari WIB, Suarez akan segera mencicipi babak perempat final Liga Champions. Di babak perempat final, Barcelona akan menghadapi PSG. (Soccerway)
Komentar
Berita Terkait
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Resmi Tinggalkan Dortmund, Karim Adeyemi Hijrah ke Barcelona: Awal Gemilang
-
Karim Adeyemi Tinggalkan Dortmund, Resmi Bergabung dengan Barcelona
-
Barcelona Berpotensi Terima Rp63 Miliar dari FIFA Berkat Kontribusi Pemain di Piala Dunia 2026
-
Barcelona Siapkan Opsi Alternatif di Tengah Sulitnya Negosiasi Julian Alvarez
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
5 Lip Cream Lokal Harga di Bawah Rp50 Ribu Terbaik, Tahan Lama Sesuai Review Pengguna
-
Shin Tae-yong Tak Sangka Persija Finis Peringkat 3 Piala Presiden 2026, Kenapa?
-
Bitcoin Hingga XRP Anjlok Massal, Indeks CFX10 Merosot 1%
-
Tragedi Kebakaran di Sukabumi, Tewaskan 3 Bocah Bersaudara
-
Infrastruktur Jalan PLTP Mataloko Permudah Mobilitas Petani dan Gerakkan Ekonomi Masyarakat
-
5 Rekomendasi Drakor Investigasi Beragam Profesi dengan Kasus yang Seru
-
Maba UI Lempar Pertanyaan Menohok ke Bima Arya: Pilih Pendidikan atau Makan Bergizi Gratis?
-
Sopir Angkot M44 Protes Rute Tumpang Tindih, Dishub DKI Siapkan Evaluasi Mikrotrans 48A
-
Anak Imigran Afrika-Maroko Jebol Perbatasan Ceuta Spanyol Terancam Pelecehan dan Kekerasan
-
Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media