Suara.com - Persis berhasil menang tipis melawan Persijap Jepara dengan skor 1-0 pada pertandingan lanjutan Grup A Turnamen Polda Jawa Tengah di Stadion Manahan Solo, Minggu (7/6/2015) petang.
Persis melawan Persijap yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton pada babak pertama berlangsung menarik karena kedua kesebelasan bermain terbuka saling menekan pertahanan lawan.
Persis awal babak pertama langsung mendobrak pertahanan Persijap untuk bisa menciptakan peluang, tetapi kuatnya pertahanan Persijap masih sulit ditembus Ferriyanto dan kawan-kawan.
Persis mendapatkan peluang menit keenam melalui tendangan keras Andrid Wibowo, tetapi tendangannya tipis di atas mistar gawang Persijap yang dijaga oleh Joko Ribowo.
Persis serangannya baru membuahkan gol pada menit delapan melalui sundulan kepala, Ferryanto, setelah memanfaatkan umpan silang yang dilakukan Fandy Edi, sehingga mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Persis yang unggul satu gol memberikan motivasi Ferryanto dan kawan-kawan untuk menambah gol. Persis mendapat peluang lagi menit 21 melalui tendangan Andrid Wibowo yang tinggal berhadapan dengan kiper Persijap.
Namun, tendangan keras kaki kiri Andrid Wibowo tersebut berhasil diblok oleh kiper Joko Ribowo, yang bermain cekatan berani maju menutup peluang, sehingga kedudukan tetap 1-0 untuk Persis Solo.
Persijap yang ketinggalan satu gol kemudian juga meningkatkan tempo permainan berani main membuka keluar menekan pertahanan tim tuan rumah.
Persijap mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan pada menit 28 melalui tendangan Ardi Agung, tetapi tendangan gagal dan melambung di atas mistar gawang Persis.
Bahkan, Persijap peluang kedua menit 37 melalui sundulan kepala Agung Supriyanto, tetapi bolanya tipis di atas mistar gawang Persis yang dijaga oleh Agung Prasetyo, sehingga kedudukan tetap 1-0 untuk tim tuan rumah.
Persis sebenarnya menambah gol pada menit 39 melalui tendangan Ferryanto, tetapi wasit yang memimpin pertandingan menganulir karena sebelumnya tertangkap offside. Kedudukan 1-0 ini bertahan hingga babak pertanian usai.
Persis pada babak kedua memasukkan pemain sayap Ainudin dan menarik keluar Andrid Wibowo, sedangkan Nanang Asripin juga digantikan Qoirun Sandy untuk memperkuat l serangan untuk menambah gol.
Namun, Persis serangannya sering kandas karena solidnya pemain barisan belakang Persijap, yang dijaga oleh Hendri Aprilianto, Rio Saputra, dan Soni Setyawan.
Persis peluang emas untuk menambah gol menit 71 melalui tendangan keras Saddam Husein yang berhasil lolos sendirian mendekati gawang Persijap, tetapi tendangannya berhasil diblok kiper Joko Ribowo yang bermain tenang, sehingga mengubah kedudukan tetap 1-0 hingga babak kedua usai.
Wasit yang memimpin pertandingan Persis melawan Persijap, Juwari asal Semarang mengeluarkan lima kartu kuning untuk Anam Sahrul, M Wahyu, A. Bukhori (Persijap), Akbar Riansyah dan Sadam Husaein (Persis).
Pelatih Persijap Jepara Anjar Jambore Widodo mengatakan kedua tim tampil bagus, mereka bermain saling terbuka, tetapi beberapa peluang timnya tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.
"Kami puas permainan timnya bagus, tetapi sayangnya beberapa peluang tidak berbuah gol untuk Persijap," katanya.
Pelatih Persis Solo Aris Sulistyo mengatakan timnya bermain tidak seperti biasanya, mereka tidak ada semangat dan lini tengah sedikit kalah dengan lawan.
"Kami terus terang dengan absennya pemain gelandang Dedy Cahyono, tidak ada dobrakan yang membuat peluang untuk menjadi gol untuk timnya," katanya.
Selain itu, Persis pada awalnya menggunakan skema 4-5-1 melawan Persijap sehingga timnya kalah di lini tengah. Namun, skema tim setelah diubah menjadi 4-4-2 mereka bisa berkembang dengan dua stiker di depan. (Antara)
Berita Terkait
-
Sosok Penting Persija Jakarta Cabut Gabung Persis Solo
-
Persis Solo Resmi Tunjuk Ricky Neslon Sebagai Pelatih Kepala
-
Eks Striker Persib Bandung dan Persis Solo Tampil di Piala Dunia 2026
-
Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!
-
Jelang Gabung Timnas Indonesia, Dua Penjaga Gawang Senasib Alami Degradasi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey