Suara.com - Hari ini, 50 tahun yang lalu, Laurent Blanc lahir di Ales, Prancis. Pemilik nama lengkap Laurent Robert Blanc ini adalah mantan bintang Tim Ayam Jantan yang kini menjadi pelatih raksasa Ligue 1, Paris Saint Germain.
Memimpin PSG, yang kini bertengger di puncak klasemen Ligue 1, bisa jadi bukti kualitas pelatih ini. Apalagi, dengan torehan 35 poin, terpaut 10 poin dari saingan terdekatnya, Lyon, PSG bisa dibilang sudah di jalur yang tepat menuju tangga juara jika tetap konsisten dengan tren positif yang mereka tunjukan saat ini. Sebelas kemenangan dan dua hasl seri yang mereka raih dari 13 laga membuat PSG jauh mengungguli klub lain di daratan Prancis.
Blanc dipercaya menukangi PSG sejak awal musim 2013/2014. Hingga saat ini, Blanc sudah mempersembahkan delapan trofi buat skuat Les Parisien, di mana dua diantaranya adalah trofi juara Ligue 1.
Blanc dikenal sebagai pelatih yang mampu menyuguhkan permainan atraktif. Tak hanya itu saja, Blanc dinilai mampu memimpin dan mempersatukan skuat bertabur bintang dan ego tinggi.
Sebelum melatih di Parc Des Princes, Blanc melatih timnas Prancis pada tahun 2010 hingga tahun 2012. Sebelumnya, Blanc mengarsiteki Bordeaux. Bersama Bordeaux, Blanc merebut satu trofi Ligue 1. Iapun dinobatkan sebagai Manajer Terbaik Ligue 1 tahun 2008, serta Manajer Terbaik Prancis tahun 2009. Gelar Manajer Terbaik Ligue 1 kembali diraih Blanc pada tahun 2015.
Sebelum menekuni dunia kepelatihan, Blanc lebih dulu sukses menjadi pemain. Lelaki yang dijuluki Le President karena jiwa kepemimpinannya ini mengawali kariernya bersama Montpellier pada tahun 1983. Delapan tahun di Montpellier, Blanc pindah ke Napoli, Italia.
Hanya setahun di Italia, Blanc kembali ke Prancis dan memperkuat beberapa klub lokal sampai akhirnya Barcelona meminangnya pada tahun 1996. Blanc pindah ke Marseille setahun kemudian. Dua tahun sesudahnya, Blanc memperkuat Inter Milan sampai akhirnya pundah ke Manchester United pada tahun 2001 hingga gantung sepatu pada tahun 2003.
Bersama Timnas Prancis, Blanc dua kali meraih trofi, yakni para Piala Dunia 1998 dan UEFA Euro 2000.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Nestapa Mohamed Salah di Piala Afrika 2026 Kini Pulang ke Anfield Demi Tempat Utama
-
Florentino Perez Dikepung Amarah Fans, Bernabeu Jadi Saksi Krisis Real Madrid
-
Sassuolo Kalah Tipis dari Napoli, Jay Idzes: Kami Bikin Pasukan Conte Kerepotan
-
Incar Kemenangan ke-12 Beruntun, Barcelona Diterpa Kabar Buruk Jelang Lawan Real Sociedad
-
Scudetto Makin Menjauh, Tiket Liga Champions Jadi Paling Realistis Bagi Juventus
-
Kim Sang-sik Disebut Tak Punya Rival Seimbang di Piala AFF 2026, John Herdman Diremehkan?
-
Jacksen F. Tiago Turun Gunung, Sebut Pembinaan Usia Dini Kunci Emas Sepak Bola Putri Indonesia
-
Rapor Miliano Jonathans Usai Debut di Excelsior: Main 16 Menit Tapi Jadi Kreator Gol
-
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia, Kolaps Dipinggir Lapangan
-
Ronald Koeman Merasa Belanda Tak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026