- Persebaya kalah telak 1-5 dari Borneo FC dalam BRI Super League di Stadion Segiri pada Sabtu malam (7/3/2026).
- Pelatih Bernardo Tavares mengindikasikan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan atas kegagalan mengkonversi peluang menjadi gol.
- Meskipun sudah mengantisipasi ancaman lawan, Persebaya akan menghadapi Persita Tangerang setelah jeda kompetisi tiga pekan.
Suara.com - Persebaya Surabaya babak-belur saat dijamu Borneo FC pada lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Berlaga di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3/2026) malam, Bajul Ijo harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telaj 1-5.
Lima gol Pesut Etam masing-masing dicetak Mariano Peralta, Koldo Obieta, Marcos Astina dan brace Juan Villa. Sementara tim tamu mendapatkan gol hivuran lewat Leo Lelis.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh setelah hasil tersebut.
Menurut Tavares, Persebaya sebenarnya juga mampu menciptakan sejumlah peluang. Namun Bajol Ijo hanya mampu mengonversinya menjadi satu gol.
"Kami juga punya beberapa peluang, tetapi hanya mampu mencetak satu gol. Sekarang kami harus melihat kembali pertandingan ini dan menganalisis apa yang sebenarnya terjadi," kata dia melansir laman resmi klub, Minggu (8/3/2026).
Ia menilai para pemain sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang dipersiapkan tim pelatih, mulai dari bermain agresif, memenangkan duel, hingga menciptakan peluang di lini depan.
"Kami sudah menganalisis lawan, menunjukkan video kepada pemain, dan melakukan latihan untuk mempersiapkan pertandingan ini. Namun hari ini kami tidak mampu menunjukkan performa terbaik," sambungnya.
Tavares juga menjelaskan beberapa gol yang dicetak Borneo FC sebenarnya sudah diantisipasi dalam persiapan sebelum pertandingan, termasuk ancaman tembakan jarak jauh dari para pemain Pesut Etam.
Baca Juga: Jelang Jamu Persik Kediri, Bojan Hodak Dipusingkan dengan Masalah Ini!
"Kami sudah membahas hal itu dalam persiapan. Kami mencoba menutup ruang di sekitar kotak penalti karena kami tahu mereka memiliki pemain dengan tembakan kuat dari luar kotak," jelasnya.
Meski tertinggal, Persebaya tetap berusaha bermain menyerang hingga akhir pertandingan. Bajol Ijo tercatat melepaskan 13 tembakan sepanjang laga, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang.
"Ketika kami tertinggal, kami punya dua pilihan, menyerah atau terus mencoba. Kami memilih untuk tetap menyerang. Tetapi ketika kami membuka ruang, Borneo kembali mencetak gol," ungkapnya.
Selanjutnya Persebaya akan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (4/4/2026) mendatang setelah kompetisi Super League memasuki jeda selama tiga pekan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi