Suara.com - Persipura Jayapura menelan kekalahan tipis 0-1 atas Arema Cronus. Pelatih Persipura Osvaldo Lessa mengaku kecewa dengan hasil pertandingan babak 8 besar Piala Sudirman ini.
Persipura kalah dari Arema oleh gol Samsul Arif dari titik penalti di menit ke-11. Sementara Persipura bermain dengan 10 pemain, setalah Bio Paulin diganjar kartu merah akibat dua kaki mendapat kartu kuning.
Namun dalam penguasaan bola dan permainan, tim Mutiara Hitam lebih unggul dibandingkan Arema Cronus.
"Kami main bagus. Melawan 11 pemain saja susah, apalagi 14 pemain. Saya enggan mengomentari wasit," kata Osvaldo Lessa usai pertandingan di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (14/12/2015)
Pelatih asal Brasil ini, mengaku absennya Boas Saloza pada laga melawan Arema memang cukup berpengaruh. "Kami tidak tergantung Boas, namun ketidakhadirannya memang cukup berpengaruh," katanya.
Sedangkan Pelatih Arema Cronus Joko Susilo mengaku puas dengan hasil pertandingan. Meski demikian pihaknya menyatakan masih akan melakukan evaluasi dan pembenahan tim di laga selanjutnya.
"Usai penalti memang tidak banyak perkembangan. Banyak sistem yang harus saya benahi," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton Semusim: Sepak Bola Tanpa Suporter Kehilangan Jiwa
-
Persipura Jayapura Turut Rayakan Arsenal Juara Premier League
-
Stadion Lukas Enembe Ditutup Sementara Pascakerusuhan
-
PSSI Kecam Kerusuhan Suporter Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC
-
Persaingan Makin Panas, Ini Nominasi Penghargaan Individu Pegadaian Championship 2025/2026
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan