Suara.com - Hari ini, 55 tahun yang lalu, Zulkarnaen Lubis lahir di Binjai, Sumatera Utara. Zulkarnaen Lubis merupakan veteran gelandang timnas Indonesia yang pernah tenar di era tahun 80-an.
Striker mungil nan lincah Andik Vermansyah boleh mendapat julukan "Messi". Tapi, lama sebelum Andik membuat publik terpukau, Indonesia pernah memiliki seorang pesepakbola yang kerap disejajarkan dengan legenda Albiceleste, Diego Maradona.
Ya, era tahun 80an jadi masa keemasan buat sang "Maradona Indonesia", julukan Zulkarnaen Lubis saat itu. Zulkarnaen dikenal sebagai satu dari hanya segelintir gelandang jempolan yang amat lihai menciptakan umpan-umpan matang buat para penyerang.
Peran Zulkarnaen di lapangan tengah amat membantu para penyerang melesakkan gol ke gawang lawan. Disokong skill mumpuni dalam dribbling dan gocek, Zulkarnaen menjelma menjadi salah satu gelandang yang amat disegani di masanya. Kendati kerap bermasalah dengan kedisiplinan, Zulkarnaen pernah pula direkrut masuk timnas Indonesia. Prestasi terbaik Zulkarnaen selama tiga tahun membela timnas adalah mengibarkan Merah Putih di semifinal Asian Games.
Zulkarnaen mengawali karier seniornya di klub-klub di Sumatra Utara, seperti PSKB Binjai, PSMS Medan, dan Mercu Buana Medan. Setelah itu, Zulkarnaen hijrah ke Pulau Jawa dan memperkuat tim besar seperti Yanita Utama Bogor dan Krama Yudha Tiga Berlian. Berseragam Krama Yudha Tiga Berlian, Zulkarnaen membantu merebut dua trofi Juara Galatama, yakni tahun 1987 dan 1988.
Seperti pepatah, tak ada yang abadi, demikian pula popularitas Zulkarnaen. Munculnya pemain muda pendatang baru yang tak kalah berbakat membuatnya kian tenggelam. Gaya hidup foya-foya dan keakrabannya dengan dunia malam kian membuat Zulkarnaen pailit usai gantung sepatu. Demi membuat dapurnya tetap mengepul, Zulkarnaen pernah undur dari urusan sepak bola dan alih profesi jadi pedagang nasi goreng.
Namun, berkat bantuan legenda timnas, mendiang Ronny Pattinasarani, Zulkarnaen bisa kembali mencari rezeki dari lapangan hijau. Zulkarnaen pernah mengasuh bibit-bibit muda PSSI, namun mengundurkan diri lantaran perselisihan yang menghantui organisai sepak bola Indonesia itu. Saat ini, Zulkarnaen menekuni pekerjaan sebagai pelatih sekolah sepak bola wanita.
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Nestapa Mohamed Salah di Piala Afrika 2026 Kini Pulang ke Anfield Demi Tempat Utama
-
Florentino Perez Dikepung Amarah Fans, Bernabeu Jadi Saksi Krisis Real Madrid
-
Sassuolo Kalah Tipis dari Napoli, Jay Idzes: Kami Bikin Pasukan Conte Kerepotan
-
Incar Kemenangan ke-12 Beruntun, Barcelona Diterpa Kabar Buruk Jelang Lawan Real Sociedad
-
Scudetto Makin Menjauh, Tiket Liga Champions Jadi Paling Realistis Bagi Juventus
-
Kim Sang-sik Disebut Tak Punya Rival Seimbang di Piala AFF 2026, John Herdman Diremehkan?
-
Jacksen F. Tiago Turun Gunung, Sebut Pembinaan Usia Dini Kunci Emas Sepak Bola Putri Indonesia
-
Rapor Miliano Jonathans Usai Debut di Excelsior: Main 16 Menit Tapi Jadi Kreator Gol
-
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Dunia, Kolaps Dipinggir Lapangan
-
Ronald Koeman Merasa Belanda Tak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026