Suara.com - Manajemen PSM Makassar melakukan negosiasi dengan Ferdinand Sinaga agar ia bisa memperkuat tim "Juku Eja" di Indonesia Super Competition (ISC) yang akan digulirkan pada April 2016.
Direktur PSM Sumirlan di Makassar, Senin, mengatakan, pihaknya memang membutuhkan sosok penyerang yang punya pengalaman untuk mengisi dan mempertajam lini depan.
Sementara itu Ferdinand Sinaga disebut hingga kini belum memiliki klub.
"Kami coba jalin komunikasi dengan Ferdinand terkait kemungkinan bergabung. Kita memang mengusulkan sejumlah pemain untuk disodorkan ke pelatih kepala nanti," jelasnya.
Tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu memang dinilai membutuhkan sosok penyerang berpengalaman seperti Ferdinand Sinaga. Mantan pemain Sriwijaya FC itu selanjutnya akan diduetkan dengan penyerang asing serta dilapis sejumlah striker lokal Sulsel.
Mengenai karakter Ferdinand, kata dia, juga dinilai cocok memperkuat tim Juku Eja. Hal itu sudah terbukti saat Ferdinand memperkuat PSM di Piala Presiden 2015. Karakter yang dimiliki itupun sehingga manajemen masih menginginkan servicenya untuk memperkuat tim.
"Selain kualitas, karakter permainan pemain asal Medan ini juga cocok dengan tim. Apalagi Ferdinand memiliki kecepatan dan ngotot dalam duel. Kita mau bicara dulu sama Ferdinand dan jika mau tentu bisa direkrut," ujarnya.
Sementara itu, Ferdinand yang dikonfirmasi terpisah mengaku siap untuk bergabung dengan tim yang bermarkas di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar tersebut.
"Siapa yang tidak mau bergabug dengan tim besar seperti PSM. Namun untuk lebih lanjutnya, kita akan lihat perkembangan kedepan," katanya.
Manajemen PSM Makassar saat ini sudah fokus dalam latihan persiapan menghadapi ISC 2016. Bahkan untuk meraih hasil maksimal, manajemen tetap memanggil sejumlah pemain yang dinilai memiliki kontribusi bersama tim pada turnamen sebelumnya.
Beberapa nama bahkan sudah ikut berlatih bersama para pemain PSM U-21 dan pemain seleksi yang sengaja hadir demi bisa memperkuat PSM sepert Rasyid Bakri, M Rahmat, Ardan Aras, Hendra Wijaya. Serta dua kiper yakni Dimas Galih dan David Arianto. (Antara)
Berita Terkait
-
Resmi Gabung PSM Makassar, Sergio Aguero Bakal Ramaikan Super League 2026/2027
-
Resmi! PSM Makassar Kembali Tunjuk Darije Kalezic Sebagai Pelatih
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan
-
Jelang Laga Penentuan Degradasi, PSSI Tiba-tiba Ganti Wasit Duel Madura United vs PSM
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar