Suara.com - Pemain internasional Spanyol yang membela Manchester United Juan Mata mengakui dalam wawancara bahwa ia dan para pesepak bola profesional lainnya mendapatkan uang yang terlalu banyak. Mata, yang didatangkan Manchester United dari Chelsea dengan transfer yang dilaporkan sebesar 37 juta pound pada 2014, dipercaya mendapatkan gaji sekitar 150.000 pound per pekan.
"Sepak bola dibayar dengan sangat baik di level ini. Ini seperti hidup dalam gelembung. Dibandingkan anggota masyarakat lainnya, kami mendapatkan jumlah yang memalukan. Ini tidak tak terduga," kata Mata dalam wawancara dengan acara televisi Spanyol "Salvados," yang disiarkan pada Senin.
"Dengan segala hormat kepada dunia sepak bola, saya menerima gaji normal. Namun dibandingkan 99,9 persen dan sisa penduduk dunia, jumlah ini memalukan." Pemain internasional Spanyol ini juga berkata bahwa ia bersimpati dengan kritik-kritik terhadap permainan modern, yang mengklaim bahwa sepak bola telah sangat dikomersialkan, dan kritik terhadap sejumlah pemain muda yang berubah menjadi arogan setelah beralih menjadi profesional.
"Saya dapat memahami apa yang mereka bicarakan. Sisi bisnis sepak bola kelihatannya sekarang lebih penting bagi para pemilik dibandingkan para penggemar," tambah pemain 27 tahun ini.
"Setiap pemain berpikir ia merupakan Diego Maradona ketika ia bergabung dengan klub besar. Itu terjadi pada kami semua namun kemudian Anda memperhatikannya pada pemain-pemain muda." "Anda melihat anak-anak yang berpikir mereka merupakan bintang rock; mengenakan pakaian-pakaian yang berlebihan dan menggunakan mobil-mobil cepat... Terkadang Anda harus membawa mereka ke pinggir dan menasehatinya."
Mata menambahkan, "Saya tidak menikmati sisi bisnis sepak bola. Saya mencintai permainan ini. Saya menyukai berlatih dan bersaing." "Saya akan menerima pemotongan gaji jika terdapat lebih sedikit bisnis yang dilibatkan di olahraga ini. Pada level ini, kami dibayar dengan sangat baik dan terkadang Anda mulai berpikir tidak banyak bedanya antara x dan x + 3."(Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Chelsea vs AC Milan di GBK, Erick Thohir Nantikan Duel Man United Kontra Persija, PSG Lawan Persib
-
Manchester United Dekati Tchouameni, Madrid Siap Jual 68 Juta Poundsterling
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Tinggalkan Eropa, Casemiro Resmi Gabung Inter Miami dan Siap Main Bareng Lionel Messi
-
Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma
-
IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor
-
Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas
-
Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026
-
Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
-
Kurir Sabu Berkedok Kondektur Bus Ditangkap, Barang Bukti Disembunyikan di Botol Permen
-
Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Minky Momo Rilis OVA Baru, Soroti Kekuatan Mimpi dan Harapan di Era Digital
-
Kronologi Kakek 70 Tahun Tewas Saat Kencan di Hotel Parangtritis