Suara.com - Isu naturalisasi pemain yang hangat diperbincangkan untuk memperkuat tim nasional Indonesia di SEA Games 2017 turut menyita perhatian Ferdinand Sinaga.
Penyerang timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu berharap ada standardisasi penilaian untuk pemain naturalisasi.
Ferdinand mengatakan, dirinya bukan anti pemain naturalisasi. Hanya saja, dia mengharapkan pemain naturalisasi tersebut kemampuannya harus di atas pemain lokal.
"Pemain naturalisasi harus berada dua atau tiga tingkat di atas pemain lokal. Itu supaya bisa membagi pengalaman ke pemain lokal," kata Ferdinand ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2017).
Ferdinand lantas memberi contoh Stefano Lilipaly. Menurutnya, Lilipaly sudah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain naturalisasi yang berkontribusi untuk tim nasional Indonesia--saat Piala AFF 2016.
Pemain berusia 28 tahun menambahkan, tidak khawatir dengan persaingan masuk timnas jika nantinya ada pemain naturalisasi. Demi kebaikan timnas, Ferdinand sangat setuju dengan program itu.
"Tambahan striker tentu menjadi sesuatu yang positif. Persaingan bakal meningkatkan kualitas masing-masing striker," tambah Ferdinand.
Sementara itu, pemain naturalisasi yang kini tengah diproses kewarganegaraannya adalah pemain Ajax Amsterdam junior atau Jong Ajax, Ezra Walian.
Jika prosesnya rampung, Ezra berpeluang membela skuat Garuda di SEA Games 2017 yang akan berlangsung di Malaysia pada 19 Agustus mendatang.
Baca Juga: PSSI Ambil Sumpah Jabatan Wasit, Ini Sanksi Jika Melanggar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan