Bola / Bola Indonesia
Kamis, 02 Februari 2017 | 21:15 WIB
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi ditemui wartawan usai menggelar rapat di Makostrad, Gambir, Jakarta Pusat [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Suara.com - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, melakukan pengambilan sumpah jabatan kepada segenap wasit di Markostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017). Langkah ini diambil untuk meminimalisir kecurangan yang dilakukan wasit.

Edy pun menyampaikan pesan kepada para wasit untuk terus menjaga sportifitasnya. Menurutnya, jika wasit sudah membuat kecurangan, maka imbasnya pada pertandingan sepakbola yang kacau balau.

"Wasit itu, kan hakim. Kalau hakim sudah tidak benar pasti kacau. Berarti dia sangat tidak cocok jadi wasit," kata Edy yang juga menjabat Pangkostrad ini.

Lebih jauh, Edy mengatakan PSSI akan menjadikan ajang Piala Presiden 2017 sebagai uji coba para wasit.

Nantinya, wasit yang bisa menunjukkan kinerja yang baik bakal dilanjutkan untuk memimpin di kompetisi Liga 1 2017.

"Kita lihat, kalau dia pantas jadi wasit maka dia akan menjadi wasit. Jika dia kurang mampu mengenai perwasitan, kita akan sekolahkan dan berikan pendidikan agar mampu," tambah Edy.

Sanksi tegas pun bakal diberikan PSSI jika terbukti wasit melakukan kecurangan. Diantaranya adalah bakal dilarang untuk memimpin pertandingan selama-lamanya.

"Kita akan coret dari urusan perwasitan seterusnya," jelas Edy.

Sementara itu, Piala Presien 2017 akan dimulai pada 4 Februari mendatang di Stadion Magowuharjo, Sleman, Yogyakarta.

Baca Juga: Marquez Tak Lagi Lebih Khawatirkan Rossi, Melainkan Pebalap Ini

Rencananya, Presiden Joko Widodo bakal membuka langsung turnamen pramusim sebelum bergulirnya Liga 1, Maret mendatang.

Load More