Suara.com - Borneo FC sukses mengamankan tiga poin kandang. Gol tunggal dari pemain pengganti Sultan Samma membawa Borneo FC menang 1-0 atas PS TNI pada pertandingan lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/8/2017).
Pemain kelahiran Samarinda itu berhasil memecahkan kebuntuan bagi tim berjuluk "Pesut Etam", setelah sejumlah peluang yang tercipta sepanjang pertandingan gagal disempurnakan menjadi gol.
Gol tunggal Sultan Samma pada menit ke-90 membawa Borneo FC meraih poin sempurna, sekaligus memupuskan ambisi tim asuhsn Ivan Kolev untuk membawa pulang poin dari Samarinda.
Sultan Samma dimasukkan oleh arsitek Borneo FC Ricky Nelson pada pertengahan babak kedua menggantikan Jefri Kurniawan, setelah kedua tim bermain imbang dengan skor kacamata hingga menit ke-62.
Kehadiran mantan pemain Kaltim di PON 2008 itu rupanya cukup memberikan warna baru bagi alur serangan Borneo FC.
Sultan akhirnya bisa menciptakan gol, memanfaatkan umpan Matheus satu menit sebelum waktu normal pertandingan berakhir, saat terjadi kemelut di depan gawang PS TNI Pada laga tersebut, kedua tim bertanding dalam tempo cukup tinggi sejak menit pertama bergulir. Pertandingan berlangsung cukup sengit, karena keduanya saling ngotot untuk beradu taktik dan strategi sepanjang pertandingan.
Tim tuan rumah yang membawa misi menang, tak mau kehilangan muka untuk kedua kalinya setelah pada pekan sebelumnya takluk dari Sriwijaya FC.
Beban berat yang diusung Lerbi Eliandri dkk membuat mereka tidak kompromi dengan perlawanan ketat PS TNI yang mencoba mencuri sejumlah peluang.
Tercatat enam kartu kuning dikeluarkan wasit, tiga di antaranya untuk pemain Borneo FC, yakni Matheus, Jefri Kurniawan dan Abdul Rahman. Sedangkan tiga lainnya untuk tim PS TNI, yakni Martins, Triaji dan M Selamat.
Tambahan tiga poin mendongkrak posisi Borneo FC ke peringkat ketujuh klasemen sementara, sedangkan PS TNI masih tertahan di posisi 14. (Antara)
Berita Terkait
-
Breaking News! Nadeo Argawinata Resmi Gabung Persija
-
Nadeo Argawinata Selangkah Lagi Gabung Persija? Begini Faktanya
-
Mulai Berlangsung November Mendatang, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan di League Cup
-
Cara Semen Padang Rekrut Stefano Lilipaly: Dari Video Call hingga Bujuk dengan Ini
-
Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan