Suara.com - Ruud Gullit meminta maaf pada Senin (4/9/2017) setelah mengunggah potongan video timnas Belanda di ruang ganti mereka setelah kemenangan atas Bulgaria pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia pada Minggu.
Video yang menampilkan sebagian besar pemain sedang duduk dan menatap telpon genggam mereka itu dibuat oleh Gullit, yang merupakan asisten pelatih, menyusul kemenangan 3-1 mereka di Amsterdam, yang bikin peluang Belanda tampil di Piala Dunia tahun depan.
Namun video yang diunggah ke Twitter itu menimbulkan kemarahan di Belanda, termasuk kritik dari pelatih Dick Advocaat.
"Sejujurnya, menurut saya sangat aneh bahwa terdapat video seperti itu," kata Advocaat, yang sedang berdiri dengan memunggungi kamera ketika Gullit merekam video berdurasi 15 detik itu.
"Menurut saya itu sangat aneh, saya akan mengatakan kepada dia juga. Saya akan melakukan pembicaraan hati ke hati dengan Gullit, menurut saya itu bijak," ucapnya kepada media Belanda.
Hal itu menyusul kritik pedas di televisi Belanda, di mana seorang analis mengatakan bahwa Gullit, yang pernah bermain 66 kali untuk negaranya, telah menodai kesakralan ruang ganti.
Seorang komentator mengatakan hal itu merupakan pelanggaran yang layak berujung pemecatan.
"Saya membuat film itu berdasarkan antusiasme saya namun (saya) menyadari setelahnya bahwa saya semestinya tidak melakukannya. Dan dengan itu kami telah memberikan garis bawah terhadap masalah ini," kata Gullit dalam pernyataan yang dirilis oleh Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Advocaat setuju, "Saya tidak berpikir merupakan ide yang bagus dari Ruud dan saya telah mengatakan kepadanya dan itu semua telah diselesaikan."
Baca Juga: Gullit Dukung Keputusan MU Pecat Van Gaal, Kenapa ?
Belanda menganggap merekam video di ruang ganti merupakan suatu pantangan, hal yang juga dianut beberapa negara lain.
Di kancah olahraga AS, merupakan hal yang biasa bagi para pewarta untuk memasuki ruang-ruang ganti setelah pertandingan untuk mewawancarai para pemain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN